Ratusan Orang Dukung Kejagung Tuntaskan Kasus Minyak Goreng

Ratusan aktivis Barisan Masyarakat Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Basmi KKN) menggelar aksi dukungan terhadap Kejagung RI untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi ekspor CPO di depan Kantor Kejagung RI, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2022). Istimewa.jpg

KBRN, Jakarta: Ratusan orang yang tergabung dalam Barisan Masyarakat Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Basmi KKN) menggelar aksi dukungan terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) RI untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi, terkait ekspor Crude Palm Oil (CPO), bahan baku minyak goreng, di Kantor Kejagung RI, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2022). 

"Kinerja Kejaksaan Agung sangat luar biasa dalam menemukan serta menangkap mafia atau kartel minyak goreng," kata Koordinator Aksi Basmi KKN Faizul Hidayat di lokasi. 

Untuk itu, Faizul menekankan, pihaknya mendorong Korps Adhyaksa memeriksa pihak-pihak terkait lainnya, termasuk Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). 

"Untuk memaksimalkan kinerja Kejagung RI dalam menuntaskan kasus CPO, kami mendorong agar BPDPKS diperiksa," tegasnya. 

Sebab, menurutnya, dana yang dikelola BPDPKS tidaklah sedikit. 

"Ada Rp137an triliun dana sawit di BPDPKS, 80an persen digunakan untuk subsidi biodesel, sekian triliun untuk subsidi harga minyak goreng," jelasnya.

Tim Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus sebelumnya menetapkan 4 tersangka yang terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor CPO dan turunannya pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022.

Mereka adalah IWW selaku Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, MPT sebagai Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, SM selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG), dan PTS selaku General Manager di Bagian General Affairs PT Musim Mas. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar