Sniper Amankan Forum Kebencanaan Internasional di Bali

Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto bersama Forkopimda Provinsi Bali berjalan di gelar Apel Gelar Pasukan Satgas Pengaman Wilayah dan Evakuasi Bencana GPDRR tahun 2022. Foto: (istimewa)

KBRN, Denpasar: Ribuan gabungan personel TNI Polri siap mengamankan Forum Kebencanaan Internasional “Global Platform For Disaster Rick Reduction” tahun 2022, di Denpasar Bali.

Pertemuan Internasional itu akan dihadiri 4000 hingga 5000 peserta dari 193 negara anggota.

"Keamanan para delegasi dari 193 negara anggota menjadi harga mati," kata Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto saat Apel Gelar Pasukan Satgas Pengaman Wilayah dan Evakuasi Bencana, Sabtu (21/5/2022).

Sonny mengatakan, pengamanan melibatkan pasukan kontra sniper di sejumlah titik. 

“Untuk pengamanan dan evakuasi bencana, 2.800 pasukan diterjunkan. Iya pasukan kontra sniper pasti dilibatkan, untuk mengantisipasi jika ada pihak musuh yang menggunakan sniper. Jadi pasukan kontra sniper ini akan mengamankan,” ungkap Sonny

Sementara, Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin mengungkapkan, Bali sangat siap menjadi tuan rumah forum kebencanaan Internasional.

Ia menyebut, pertemuan ini akan menjadi panduan terhadap pengurangan resiko bencana, apalagi Indonesia khususnya Bali berada di ring of fire.

Menurut Made Rentin, momentum ini juga untuk memperkuat mitigasi pengurangan resiko kebencanaan dan menjadi ajang kolaborasi tangguh bencana untuk pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia khususnya Bali berada di ring ofe fire tentu memiliki program unggulan yang patut dan bisa di sharing pada dunia internasional untuk lebih tangguh bencana,” ungkap Made Rentin.

Global Platform For Disaster Rick Reduction merupakan forum multi pemangku kepentingan 2 tahunan yang diinisiasi PBB untuk mendiskusikan penanggulangan resiko bencana.

Dalam pertemuan tersebut, para delegasi akan merumuskan panduan strategis pengurangan resiko bencana baik mitigasi bencana alam maupun non alam.

Kolaborasi global tersebut diyakini akan membatu negara anggota memitigasi resiko bencana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar