Petani Sawit Akan Mengadu ke Presiden Jokowi

Foto: Aksi Massa Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) di Kantor Kemenko Perekonomian. Allan/rri.co.id

KBRN, Jakarta: Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) akan menyampaikan tuntutan secara langsung ke Presiden Joko Widodo, terkait kebijakan larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya, termasuk crude palm oil (CPO).

"Kita sudah antigen 30 orang dari 22 provinsi sekarang ini kami ambil 30 orang perwakilan untuk melakukan pertemuan dengan presiden," kata Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat ME Manurung usai melakukan aksi demo di depan kantor Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (17/5/2022).

Gulat menyampaikan, hal itu lantaran pihaknya tidak sempat bertemu secara dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat aksi, karena harus rapat dengan Presiden di Istana Negara.

"Kita sudah menyampaikan lima tuntutan kami, walaupun tidak ada Pak Menteri karena sedang rapat dengan presiden, maka ini momen yang tepat usulan lima kami tersebut terkhusus kepada presiden untuk lindungi petani sawit, melalui pencabutan larangan ekspor, yang kedua revisi permentan nomor 01/2019," ucapnya.

Aksi demo massa petani kelapa sawit di kantor Kemenko Perekonomian berjalan tertib, aman dan lancar.

Sejumlah aparat kepolisian juga turut mengawal pengamanan aksi demo para petani sawit ini. 

Usai melakukan aksi di kantor Kemenko Perekonomian, ratusan massa yang tergabung dalam asosiasi petani sawit di Indonesia melanjutkan aksinya di Patung Kuda kawasan Monas, Jakarta Pusat dan Istana Presiden.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar