Empat Warga Tasikmalaya Meninggal Akibat DBD

Petugas melakukan pengasapan (fogging) di pemukiman warga di Depok, Jawa Barat, Minggu (9/1/2022). Pengasapan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat tersebut untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti guna mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/YU

KBRN, Jakarta: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan terdapat empat warga meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Per 25 Januari, total 209 kasus DBD, meninggal empat orang, tersebar di hampir seluruh kecamatan," ungkapnya kepada Pro3 RRI, Rabu (26/1/2022).

Menurutnya, dari 69 kelurahan ada 53 kelurahan yang memiliki kasus DBD. Kasus terbanyak pun di usia anak dan remaja. 

"Kita dorong terus untuk masyarakat memahami edukasi dan kesadaran soal kebersihan lingkungan, genangan air yang berpotensi sarang nyamuk.

Kewaspadaan adanya demam berdarah juga ditingkatkan dengan pemeriksaan diri ke puskesmas.

"Periksakan diri harapannya lebih cepat terdiagnosa," katanya.

Setiap masyarakat yang datang ke puskesmas dengan keluhan demam pun dilakukan pemeriksaan NS1 agar mencegah DBD ini.

"Perawatan yang lebih cepat akan mengurangi kefatalan," tukasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar