Lonjakan Omicron, Luhut: Perjalanan Umroh Harus Diatur

Sejumlah calon jamaah umrah berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (8/1/2022). Kementerian Agama melepas sebanyak 419 orang untuk melaksanakan ibadah umrah dan menjadi pertama kali setelah beberapa tahun terakhir Indonesia tidak mengirimkan jamaah akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.

KBRN, Jakarta : Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar alur keberangkatan dan kedatangan jamaah umroh bisa diatur sebaik mungkin menyusul peningkat jamaah di tengah lonjakan varian Omicron. 

"Saya minta kapasitas dan kelayakan hotel serta wisma haji dapat dipastikan dengan baik, diatur kedatangan antarkloter agar tidak terjadi penumpukan," jelas Luhut dalam keterangan tertulis pada Jumat (21/01/2022). 

Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dalam Rapat Koordinator Evaluasi PPKM Jawa Bali bersama Gubernur se Jawa Bali dan Forkompimda menyampaikan permintaan tersebut kepada Kementerian Agama RI, Kementerian Kesehatan, dan badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Sebelumnya, Kementerian Agama memutuskan tetap memberangkatkan jamaah umroh dari Indonesia meski kasus Covid-19 varian Omicron dari luar negeri seperti Arab Saudi tengah mendominasi. Menteri Agama yaqut Cholil Qoumas memastikan proses keberangkatan umroh akan tetap menggunakan skema pemberangkatan satu pintu (One Gate Policy), berkaca pada kasus penularan Covid-19 yang dialami tim pendahulu (advanced) sepulang dari Arab Saudi.  (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar