Gegara Utang, Rentenir-Tukang Gorengan Saling Tikam 

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) aksi saling tikan rentenir dan tukang gorengan di Ciputat, Kota Tangsel

KBRN, Tangerang: Seorang pria bank keliling atau rentenir berinisial, NS (21), saling adu tikam dengan tukang gorengan berinisial, CS (37). Keduanya saling tikam gegara utang-piutang Rp350 ribu di RT03/09, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin (17/1/2022). 

Akibat baku tikam ini, NS tewas. Sementara CS dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Aldo Primananda Putra mengatakan, awal mula kejadian saat NS datang ke rumah CS untuk menagih utangnya sebesar Rp350 ribu. 

"Korban (NS, Red) menagih utang kredit, kemudian cekcok, berkelahi di dalam rumah. Awalnya tidak ada senjata yang dipersiapkan, tapi golok maupun pisau itu di rumah kebetulan ada," ungkapnya kepada rri.co.id. 

"Utang kredit dia (CS, Red) sebesar Rp350 ribu," sambungnya. 

Namun, kata Aldo, saat disambangi NS, CS mengaku belum mempunyai uang untuk melunasi utangnya. Sebab, pagi itu, CS berencana akan berangkat kerja berdagang gorengan keliling. 

"Tetapikan pelaku (CS, Red) ini belum bisa bayar (utang, Red). Maksudnya dia mau dagang gorengan dulu belum bisa bayar. Mungkin ada perselisihan di situ timbul cekcok dan duel satu lawan satu, didalam rumah," jelas Aldo. 

Alhasil, lanjutnya, si rentenir jadi korban meninggal dunia di tempat karena kena sabetan pisau di bagian lehernya. Kemudian, pelaku dalam keadaan kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit kawasan Ciputat. 

"Korban (NS, Red) udah meninggal dunia di tempat. Pelaku dirawat di RS IMC Ciputat. Jadi di dalam rumah berduel keduanya. Pelaku kena sabetan di leher bekas senjata tajam," pungkas Aldo. 

Evan Kausar, warga dilokasi yang juga menyaksikan adegan saling tikam itu menuturkan, bermula dari adanya penagihan utang dari bank keliling yang datang ke rumah kontrakan tukang gorengan ini. 

Selanjutnya, kata Evan, setelah terjadinya cekcok mulut antara korban dengan pelaku, terdengar suara teriakan permintaan tolong. Setelah dilihat ternyata sudah banyak ceceran darah dengan sejumlah luka pada keduanya.  

"Tukang gorengan itu yang mengeluarkan senjata tajam jenis golok. Tapi ada dua senjata tajam, jenis golok dan pisau," jelas dia.  

Pantauan dilokasi, terlihat sebuah rumah bercat biru muda telah dipasangi garis polisi dan dilantai rumah milik CS, seorang tukang gorengan itu bercak darah segar masih berserakan. 

Tidak hanya itu, warga sekitarpun berkerumun menonton saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar