Selamat Tiarap di Rumput, Ayah Korban Semeru Terharu

KBRN, Lumajang: Kisah korban selamat juga disampaikan Sutrisno (56), orang tua dari Erwanto (24). Ia menceritakan bahwa anaknya selamat meski mengalami luka cukup parah di bagian punggung akibat diterjang guguran awan panas.

"Anak saya melarikan diri naik ke atas bukit dengan kelompoknya dari perusahaan kayu saat melihat awan hitam dan kilatan-kilatan merah disertai ledakan," tuturnya.

Ia mengatakan, anaknya menjatuhkan diri di rumput saat suanana tiba-tiba gelap, untuk menyelamatkan mata dan wajahnya dari sambaran awan panas yang sudah datang.

"Anak saya katanya telungkup di rumput hampir dua jam. Saat membuka mata suasana sudah terang lagi. Ia pun memanggil teman-temannya, tapi tidak ada yang menyahut," lanjut Sutrisno.

Justru yang muncul orang lain. Mereka pun jalan kaki mencari bantuan dalam suasana tanah masih panas. 

"Akhirnya anak saya ditemukan warga dan relawan. Terima kasih kepada para relawan, jasa mereka luar biasa" ujarnya dengan nada haru.

Ia pun mengucapkan syukur kepada Allah yang masih memberi kesempatan bertemu anaknya dalam keadaan hidup, sementara yang lain anaknya meninggal.

"Syukur Tuhan masih menyayangi kami, saya sangat bahagia masih bisa berkumpul dengan anak saya" ucap Sutrisno dengan mata berkaca-kaca.

Erwanto merupakan salah satu pegawai pengolah kayu di Curah Koboan yang bisa selamat. Kini ia harus dirawat intensif di RSUD Dr. Haryoto, Kabupaten Lumajang, setelah sempat di rawat di RS Pasirian. Tidak hanya satu, saat ini belasan korban dari Pasirian telah dibawa ke RSUD Dr. Haryoto untuk penanganan lebih lanjut.

Direktur RSUD Dr. Haryoto, dr. Wawan Arwijanto kepada wartawan menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah menerima 14 korban selamat, sedangkan dua orang lainnya meninggal saat perawatan.

"Sepuluh dari 14 korban awan panas Gunung Semeru yang dirawat nantinya akan menjalani operasi bedah plastik. Atas bantuan pak Menteri PMK Bapak Muhajir, kami dapat bantuan dua orang ahli bedah plastik dari RS Dr. Soepomo dan RS Tulungagung," terangnya.

Wawan membeberkan, ke-10 pasien luka bakar yang menjalani bedah plastik merupakan warga yang dirawat di ruang ICU dan ruang perawatan biasa. Sementara empat orang lainnya dalam keadaan baik dan bisa kembali ke rumah dalam waktu dekat.

Sutrisno, ayah dari Ernawan pun mengucapkan terima kasih kepada pihak rumah sakit Dr. Hartoyo dan para dokter yang telah merawat anaknya dengan baik. 

"Kepada pemerintah juga saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya," tambahnya.

Para pasien memang dibebaskan dari semua biaya perawatan. Sementara para keluarga diberi tempat di selasar rumah sakit untuk menunggu keluarganya yang sakit, karena keterbatasan ruangan. Kini mereka menunggu para korban pulih dan diperbolehkan pulang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar