Bio Farma Pastikan Distribusi Vaksin Berjalan Lancar

Petugas menyemprotkan cairan desinfektan ke kontainer berisi vaksin COVID-19 buatan Sinovac setibanya di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, pada Senin (7/12/2020). ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis Jr/wpa/hp.

KBRN, Jakarta: Pemerintah terus mendorong dan memastikan kelancaran distribusi vaksin Covid-19 untuk mendukung kebutuhan vaksinasi bagi masyarakat Indonesia.

"Pemerintah bersama Bio Farma tidak pernah lelah mendistribusikan vaksin Covid-19 ke seluruh Indonesia," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Bio Farma, Bambang Heriyanto, Senin (6/12/2021).

Bambang memaparkan, total vaksin yang telah terdistribusi sejak Januari 2021 hingga 5 Desember 2021 mencapai 272.780.613 dosis.

Jumlah tersebut terdiri dari vaksin CoronaVac 1 dosis sebanyak 3 juta dosis, vaksin Covid-19 Bio Farma sebanyak 122.4 juta dosis, CoronaVac 2 dosis berjumlah 5 juta dosis, Coronavax (hibah Covax) berjumlah 10.7 juta dosis, CoronaVac (hibah China) 2 dosis berjumlah 1.9 juta dosis, Coronavac B2B 2 dosis vial sebanyak 31.4 juta dosis, dan AstraZeneca (Covax, B2B, Hibah) berjumlah 37.2 juta dosis.

Selain itu, telah terdistribusi pula vaksin Moderna Covax berjumlah 8 juta dosis, Moderna Covax berjumlah 979.000 dosis, Sinopharm (Hibah EUA) sebanyak 749.502 dosis, Sinopharm RC (Hibah China) 2 dosis sebanyak 200.000 dosis, Janssen berjumlah 497.395 dosis, dan Pfizer Covax berjumlah 5.3 juta dosis.

"Total vaksin Covid-19 yang didistribusi oleh Bio Farma 5 Desember 2021 sebanyak 7.226.564. Pemerintah pastikan distribusi vaksin Covid-19 merata dan menjangkau ke seluruh wilayah," kata Bambang.

Bambang juga memastikan, pemerintah terus mengoptimalkan percepatan penyebarluasan vaksin ke seluruh daerah di Indonesia, khusunya agar bisa menjangkau masyarakat terpencil dan terluar. Dia memastikan hal itu dapat tercapai karena Indonesia sudah berpengalaman dalam mendistribusikan imunisasi hingga ke desa terpencil.

"Meski demikian, distribusi vaksin ke pedalaman bukanlah hal yang mudah. Kualitas vaksin harus dipastikan tetap terjaga agar bisa digunakan. Tempat penyimpanan misalnya, harus dipastikan dingin dan dijaga oleh tenaga kesehatan demi kualitas vaksin," tuturnya.

Bambang berharap, pemerintah daerah, terutama yang capaian vaksinasinya masih rendah, dapat mempercepat dan memperluas program vaksinasi terutama untuk kelompok masyarakat rentan seperti kelompok lansia.

Dia pun mengajak agar seluruh masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan vaksinasi dan tidak memilih-milih vaksin. Menurutnya, semua vaksin yang digunakan di Indonesia aman karena telah mendapatkan Persetujuan Penggunaan dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Di lain sisi, masyarakat juga harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan, karena vaksin bukan satu-satunya tameng untuk melindungi dari COVID-19 pada saat kita melakukan aktivitas di ruang publik," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar