Kemunculan Tawon Vespa Resahkan Warga

KBRN, Palangka Raya: Keberadaan Tawon Vespa Affinis atau biasa dikenal dengan Tawon Endas tengah marak di sejumlah tempat di Palangka Raya.

Tawon yang memiliki sengatan berbahaya ini muncul untuk membuat sarang di rumah-rumah warga.

Salah satunya muncul di rumah warga bernama Agus, yang berada di Jalan Jatayu IV No 88, Jum'at (26/11/2021).

Layanan Cepat Emergency Call (LCEC) 112/Call 112 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, yang menerima laporan menindaklanjuti untuk melakukan evakuasi.

Kepala DPKP Kota Palangka Raya Gloriana mengingatkan warga sebaiknya tidak mengevakuasi sendiri sarang tawon endas yang cukup mematikan tersebut.

"Kami mohon bagi warga jika di kediamannya terdapat sarang tawon khususnya tawon endas bisa langsung hubungi panggilan kedaruratan 112 untuk pembasmiannya karena memang butuh penanganan khusus. Terlebih tawon ini sangat berbahaya jika sudah menyerang secara berkoloni," ujar Gloriana.

Tawon endas ini memiliki nama latin Vespa affinis, yang merupakan Ordo Hymenoptera dari Phylum Arthropoda. Merupakan serangga sosial dan pemangsa serangga atau Arthropoda lain.

Dibanding tawon-tawon lainnya, Tawon Vespa memiliki tubuh yang sedikit lebih besar dengan panjang sekitar tiga sentimeter. Tawon jenis ini mudah dikenali lewat warna tubuhnya yang hitam dan gelang yang berwarna kuning atau oranye di perut. Dalam satu koloni (satu sarang) bisa berjumlah ratusan hingga ribuan individu tawon.

Tawon Vespa akan menyengat untuk mempertahankan diri dari gangguan manusia atau binatang lain. Tawon ini tidak akan menyengat apabila tidak diganggu.

Selain itu, Tawon Vespa mempunyai sifat teritorial (LIPI). Sengatan dan racun (venom) digunakan sepenuhnya untuk pertahanan diri ketika individu dan koloninya terganggu (diserang).

Sengatan bisa mematikan binatang (vertebrata) lain yang menggu apabila jumlah sengatan cukup banyak. Biasanya satu individu yang menyengat pertama mengeluarkan veromon berbahaya untuk mengundang individu-individu lain (temannya) dalam satu koloni untuk ikut menyengat. Apabila menyengat manusia hanya satu atau dua ekor tawon, tidak akan terlalu berbahaya, korban sengatan akan mengalami alergi saja. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar