FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Perjuangan Guru dan Murid Mengarungi Sungai Cikaso

Perjuangan para murid dan guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciloma untuk mengikuti ujian ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) tidak mudah, karena mereka hanya bergantung pada transportasi sungai dengan jarak tempuh 3 kilometer ke Cibitung. Guru honorer SDN Ciloma, Sehabudin, menyebutkan, murid-muridnya harus menggunakan perahu dan menyiapkan perbekalan menginap selama 2 (dua) malam untuk mengikuti ANBK yang pertama kali dilakukan di SMPN 1 Cibitung. (Rizki Supermana/RRI)

KBRN, Sukabumi: Perjuangan para murid dan guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciloma untuk mengikuti ujian ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) tidak mudah, karena mereka hanya bergantung pada transportasi sungai dengan jarak tempuh 3 kilometer ke Cibitung.

Guru honorer SDN Ciloma, Sehabudin, menyebutkan, murid-muridnya harus menggunakan perahu dan menyiapkan perbekalan menginap selama 2 (dua) malam untuk mengikuti ANBK yang pertama kali dilakukan di SMPN 1 Cibitung.

"Untuk mengantar ujian ANBK, ada 18 orang dan guru tiga orang, untuk pengawasan nanti di SMPN 1 Cibitung, SDN terpencil khususnya SDN Ciloma kalau ada ujian menuju Cibitung," ungkap Sehabudin kepada RRI.co.id di atas perahu yang meluncur perlahan di Sungai Cikaso, Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (23/11/2021).

Sehabudin yang karib disapa Obod ini lantas menceritakan ancaman saat mengarungi Sungai Cikaso ketika hujan.

Saat hujan, menurut Obod, ia bersama rekan guru serta anak-anak murid harus mewaspadai potensi banjir dan arus deras.

Para murid dan guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciloma, di atas perahu menyusuri Sungai Ciloma menuju Cibitung. (Rizki Supermana/RRI)

Terlebih lagi beban muatan perahu yang diisi 20 orang lebih dan satu sepeda motor, membuat perjalanan menjadi ekstra hati-hati saat perahu mesti melawan arus sungai.

"Dari sekolah menuju Cibitung menyusuri sungai ini ditempuh selama satu jam sampai di jembatan Cikaso, kemudian dari jembatan menuju lokasi memakan waktu setengah jam naik mobil. Musim hujan kendalanya banjir. Seperti ini, masih banjir kecil jadi dapat dilalui perahu," tutur Sehabudin.

SDN Ciloma,  terletak di wilayah terpencil (pelosok), berada di pinggir Sungai Cikaso, dekat dengan Muara Pantai Keusig Urug, Tegal Buleud.

Akses ke kampung Ciloma sebagian besar ditempuh menggunakan perahu menyusuri sungai.

Sedangkan untuk transportasi darat, harus melalui hutan Cikaso.

Karena jarak dan infrastruktur yang belum memadai, jalur darat melalui hutan Cikaso jarang tersentuh warga. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar