Fungsionaris DPP KNPI Mundur Berjamaah

Foto: (dok. IST)

KBRN, Jakarta: Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai organisasi besar dan satu-satunya wadah berhimpun pemuda Indonesia, diharapkan dapat menjadi katalisator bagi perubahan bangsa, kini semakin jauh dari harapan. 

Demikianlah ungkapan kekecewaan dari Ketua Bidang OKK Ilham Rasul. Seharusnya KNPI menjadi salah satu pusat wacana dan diskursus yang menjadi tradisi intelektual dalam melahirkan gagasan, justru semakin tidak terlihat. 

Menurut Ilham, Sebaliknya ego personal harus dihilangkan di KNPI sehingga menjadi pusat perjumpaan ide dan gagasan. Tapi belakangan ini KNPI lebih banyak dipimpin dengan ego.

"Dampaknya KNPI tidak lagi bisa menjadi supporting system utuh bagi proses konsolidasi semua organisasi kepemudaan, sebagai tempat menempa diri bagi para pemuda. KNPI seakan-akan hanya menjadi milik sebagian kecil orang yang menempati posisi tertentu," kata Ilham Rasul.

Perpecahan demi perpecahan di tubuh KNPI menjadi cerminan bahwa "positioning" struktural menjadi agenda penting bagi setiap orang, mempertahankannya atau merebutnya bahkan dengan cara yang tidak elegan dan cenderung merusak sistem tata kelola organisasi. 

Pada sisi ini, KNPI tidak lagi menjadi pilihan yang tepat dalam menapaki anak tangga proses dari "exercise" menuju "goals" yang sesungguhnya.

Banyak fakta yang bisa menjadi bahan evaluasi bersama, mulai dari gaya kepemimpinan yang cenderung otoriter, pilihan gaya gerakan yang menyerupai LSM, menjadikan KNPI sebagai alat "bargaining" pribadi, tekan sana - tekan sini untuk tujuan tertentu. 

Menempatkan wakil ketua umum sebagai pimpinan sidang dalam rapat pimpinan paripurna nasional, yang sesungguhnya bukan menjadi bagian dari kepengurusan DPP KNPI, hingga ketidakmampuan mengelola perbedaan. 

KNPI sesungguhnya menjadi tempat dimana perbedaan menjadi keniscayaan dan pilihan gerakannya menjadi miniatur dari gerakan politik bangsa.

"Karena itu kami yang menjadi bagian dari kepengurusan DPP KNPI periode 2018-2021 dengan penuh kesadaran menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan DPP KNPI 2018 - 2021 yang dipimpin Ketua Sdr. Umum Haris Pertama, dengan alasan-alasan rasional dan konstitusional di atas, yang tidak lagi sesuai dengan AD/ART dan PO KNPI," tutup Ilham.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00