Kecelakaan Pesawat Perintis 'Smart Air': Pilot Tewas

KBRN, Jayapura: Pesawat perintis dari maskapai penerbangan Smart Air PK-SNN jenis Cessna 208 Grand Caravan mengalami kecelakaan ketika akan mendarat di Bandara Aminggaru, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, insiden tersebut menewaskan seorang pilot, pada Senin (25/10/2021) sekisar pukul 07.20 WIT

"Pilot meninggal dunia dan pesawat mengalami kerusakan yang sangat parah," kata Ahmad di Papua, Senin (25/10/2021).

Pesawat Smart Air PK–SNN, kata dia, terbang dari Bandara Timika membawa bahan makanan dan cargo umum lainnya.

"Ketika akan mendarat di Bandara Aminggaru Ilaga, pilot dan co-pilot kesulitan mengarahkan pesawat akibat kabut tebal di ujung runway. Sehingga pesawat landing dengan approach yang terlalu rendah dan mendarat dengan kecepatan tinggi, dan pesawat rusak parah,” ujar Ahmad.

Dia juga mengatakan, sesaat setelah insiden itu, aparat keamanan yang berada di sekitar bandara langsung melakukan pengamanan di sekitar pesawat.

"Dan mengevakuasi pilot dan co-pilot ke Puskesmas Ilaga untuk penanganan medis. Namun sayangnya, setelah berupaya semaksimal mungkin, tim medis di Puskesmas Ilaga tidak bisa menyelamatkan nyawa pilot pesawat," kata dia.

Sang pilot, lanjut dia, dinyatakan meninggal dunia pada pukul 08.10 WIT.

“Setibanya di Puskesmas, tim medis yang dipimpin oleh dr Erick berupaya melakukan pertolongan kepada pilot. Termasuk, mengupayakan resusitasi jantung dan paru," kata dia.

Namun, dia menjelaskan, akibat luka dalam yang cukup parah, nyawa pilot atas nama Kuntardi tidak dapat diselamatkan.

"Co-Pilot atas nama Egi, pada kecelakaan tersebut hanya mengalami luka ringan dan dalam keadaan sadar, dan saat ini masih dalam proses perawatan medis sebelum dievakuasi ke Timika untuk penangan medis lanjutan," kata Ahmad.

Saat ini, kata dia, aparat gabungan TNI dan Polri sudah mengamankan TKP dan melakukan evakuasi badan pesawat.

"Agar tidak menghalangi lalu lintas pesawat dari dan ke Ilaga," kata dia.

"Untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan nantinya akan ditangani oleh KNKT. Untuk korban baik itu yang meninggal maupun yang selamat akan segera dievakuasi ke Timika,” tegas Ahmad. (DNS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00