Belasan Hektar Lahan di Aceh Terbakar

Belasan hektar lahan di kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah Aceh terbakar. Foto : Dok BPBD

KBRN, Banda Aceh: Belasan hektar lahan terbakar di Aceh. Lokasi kebakaran berada di dua kabupaten. Data yang dirilis Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), wilayah yang paling banyak kebakaran berada di Kabupaten Aceh Tengah, yaitu 11 hektar. 

Kepala Pelaksana BPBA Ilyas mengatakan, kebakaran di wilayah Aceh Tengah berada di dua lokasi. Kebakaran ini telah terjadi sejak Selasa kemarin. 

"Telah terjadi kebakaran lahan pada hari Selasa, 12 Oktober 2021 pukul 18.30 WIB di Desa : Mendale, Kecamatan Bebesen. Luas kebakaran mencapai enam hektar," kata Ilyas di Banda Aceh, Rabu (13/10/2021). 

Dia menyatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. Adapun BPBD Kabupaten Aceh Tengah telah mengerahkan dua unit armada damkar ke lokasi kejadian. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 22.30 WIB. 

Sementara di lokasi lainya, kebakaran lahan juga terjadi di Desa Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget Aceh Tengah pada Rabu (13/10/2021) pukul 17.45 WIB. 

"Lahan yang terbakar merupakan kebun kopi. Luas kebakaran mencapai 5 hektar," ujar Ilyas. 

Api berhasil dipadamkan setelah tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Pemadaman dilakukan secara manual karena lokasi kebakaran sulit dijangkau armada Damkar. 

"BPBD Kabupaten Aceh Tengah mengerahkan Personil Damkar yang dibantu oleh Upes Api, beserta masyarakat bersama-sama memadamkan api, dikarenakan lokasi yang tidak bisa dijangkau oleh mobil Damkar, jadi harus dipadamkan secara manual mengunakan ranting kayu dan alat semprot rumput manual sehingga menyulitkan petugas memadamkan api," ungkap Ilyas. 

Selanjutnya, sambung Ilyas, kebakaran lahan seluas dua hektar juga terjadi di Desa Alur Cincin Kecamatan Pintu Rime Gayo pagi tadi pukul 09.37 WIB. 

Luas kebakaran mencapai dua hektar. Api beehasil dipadamkan setelah tiga unit damkar diterjunkan ke lokasi kebakaran. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. 

Foto: Istimewa

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00