FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Pandemi, Kualitas Pendidikan Menurun di 70 Negara

Ilustrasi / Sejumlah murid antre menjaga jarak memasuki ruang kelasnya saat mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SDN Lenteng Agung 07, Jakarta, Senin (27/9/2021). Pemprov DKI Jakarta mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) tahap dua di 1.509 sekolah pada Senin (27/9), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat di masa PPKM. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

KBRN, Jakarta: Studi Bank Dunia mengungkapkan, sistem kualitas pendidikan di 70 negara mengalami penurunan dari adanya penutupan sekolah karena pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers perkembangan PPKM secara virtual, Rabu (29/9/2021).

"Studi Bank Dunia terbaru menunjukkan dampak yang lebih besar terhadap siswa jika sekolah terus ditutup. Antara lain pada skor PISA atau sistem ujian yang diinisiasi oleh sistem Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mengevaluasi sistem pendidikan di 70 negara di seluruh dunia, memperlihatkan terjadinya penurunan dari sistem kualitas pendidikan. Selain itu, studi ini mendapatkan hasil pencapaian years of schooling juga terlihat menurun," kata Nadia di Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Rabu (29/9/2021).

Selain itu, studi itu juga memperkirakan bila sekolah terus melaksanakan pembelajaran jarak jauh, jadi kemungkinan pendapatan di masa depan akan jauh lebih rendah dari kondisi saat ini.

Terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka, Nadia mengimbau sekolah untuk memastikan telah menyiapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

"Dan pemberlajaran tatap muka harus dilakukan atas izin orangtua siswa, yang artinya orangtua harus terlibat aktif dalam menyiapkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka," ujarnya.

Nadia mengungkapkan, selain menjalankan protokol kesehatan ketat, vaksinasi juga bisa melindungi anak-anak dari terpapar Covid-19. 

"Cakupan vaksinasi pada dewasa atau sasaran lainnya yang tinggi akan memberikan perlindungan kepada anak-anak kita," katanya.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan surveilans untuk bisa mengevaluasi pelaksanaan dari pembelajaran tatap muka. 

"Hasil evaluasi ini akan digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan atau menunda sebuah pembelajaran tatap muka. Ini menjadi bagian dari pada kewaspadaan kita," tuturnya.

Ia berharap kepala daerah mendukung pelaksanaan strategi surveilan Covid-19 yang terstandar ini untuk evaluasi pembelajaran tatap muka. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00