FOKUS: #PPKM MIKRO

Perpanjangan PPKM, Anak-anak Dicoba Masuk Mal

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan Beri Keterangan Mengenai Perpanjangan PPKM, Senin (20/09/21). Dok : ZOOM

KBRN, Jakarta: Penyesuaian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa kota besar di Pulau Jawa kini sedikit demi sedikit terus berkembang.

Salah satunya yaitu akan mulai dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan bagi anak-anak dengan usia di bawah 12 tahun.

Hal ini disampaikan Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers terkait PPKM, seperti dikutip RRI.co.id, Senin (20/09/2021).  

"Akan dilakukan uji coba pembukaan Pusat Perbelanjaan / Mall bagi anak-anak di bawah usia kurang dari 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orangtua yang akan diterapkan di wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, DIY dan Surabaya," kata Luhut.

Penyesuaian ini dilakukan tentunya dengan pengawasan yang cermat dari berbagai pihak. 

Selain uji coba anak-anak boleh masuk area pusat perbelanjaan, penyesuaian lain yaitu pembukaan bioskop untuk Level 2 dan 3, dengan syarat penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan protokol kesehatan ketat. 

"Pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50% pada kota-kota level 3 dan level 2, namun dengan kewajiban penggunaan aplikasi PeduliLindungi serta penerapan Protokol Kesehatan yang ketat. Kategori Kuning dan Hijau dapat memasuki area bioskop," jelas Luhut lebih lanjut. 

Untuk diketahui, pelaksanaan PPKM pun kini berubah.

Pemerintah memutuskan untuk mengubah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di wilayah Jawa-Bali dari yang semula sepekan menjadi dua pekan.

Dengan demikian, PPKM baik di Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali berlaku sama, yaitu mulai 21 September hingga 4 Oktober 2021.   

Presiden Joko Widodo mengimbau jajaran menteri untuk tetap ekstra waspada dan hati-hati dengan COVID-19, meski kondisi terkini menunjukkan perkembangan positif.

Kewaspadaan ini menurut Kepala Negara tetap harus dikedepankan mengingat potensi peningkatan kasus terkonfirmasi positif masih sangat mungkin terjadi. 

Masyarakat pun diminta untuk tidak euforia berlebihan dan tidak pula melonggarkan protokol kesehatan.

Ini menjadi penting untuk terus dilakukan, guna menghindarkan Indonesia dari terpaan third wave Covid-19. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00