RRI: PPI Dunia Harus Jadi Agen Perubahan

Foto: ist

KBRN, Jakarta: Direktur Program dan Produksi RRI Soleman Yusuf mengharapkan, Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) bisa menjadi agen perubahan Indonesia di seluruh dunia. 

Menurut Soleman, peran PPI Dunia sama halnya seperti Radio Republik Indonesia (RRI) pada zaman kemerdekaan. Bahkan, terang dia, saat itu RRI bertransformasi menjadi Radio Rimba Raya pada 1948 yang menggunakan enam bahasa sebagai pengantar siaran di tengah situasi darurat akibat agresi kedua Belanda. 

"Salah satu poin penting kenapa kita merdeka ini karena peran radio di dalamnya. Waktu itu bayangkan, teknologi yang paling canggih itu radio, karena tidak ada televisi apalagi internet pada saat itu pengumuman man bahwa 'Indonesia Masih Ada' pada tahun 1948 pada saat itu ketika agresi Belanda kedua disampaikan oleh radio yang namanya Radio Rimba Raya dibawahi oleh Kolonel Husein Yusuf," kata Soleman dalam diskusi bertajuk 'PPI Dunia Untuk Indonesia', Jumat (17/9/2021). 

Oleh karenanya, Soleman berharap ke depan para anggota PPI Dunia bisa menjadi koresponden atau biro terkait perkembangan situasi negara mereka tinggal. 

Apalagi, lanjut dia, sejauh ini RRI sudah melakukan terobosan untuk memberangkatkan perwakilan koresponden di empat negara yakni Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Malaysia. 

"Saya berpikir bahwa kita harus punya koresponden di luar negeri. Pada tahun 2021 ini kita seleksi lagi untuk tim di Australia, Cina dan Fiji," jelasnya. 

"Karenanya semakin banyak pemuda pemudi yang belajar dan bekerja di luar negeri, terus menguasai ilmunya kemudian tidak lupa dengan tanah kelahirannya untuk kembali membangun. Itu adalah harapan tertinggi kita pengen Indonesia itu dihormati dan disegani," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00