MUI: Petasan Berbahan Kitab Suci Penodaan Agama

Ilustrasi

KBRN, Tangerang: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang menegaskan, pembakaran petasan yang berasal dari kertas kitab suci agama Islam adalah sebuah penodaan agama.

Kendati demikian, Kepolisian diminta berhati-hati dalam penelusuran kasus yang terjadi di Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten.

"MUI memastikan lembaran kertas tersebut adalah potongan kertas berisi kitab suci agama Islam," ungkap Baijuri Khotib, Ketua MUI Kota Tangerang kepada rri.co.id, Senin (13/9/2021).

"Lembaran kertas yang di sana ditulis ayat suci digunakan bukan pada tempatnya, disana melakukan pelecehan itu merupakan penistaan," tambahnya.

Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap orang-orang yang terlibat, seperti orang yang membeli petasan, bisa terkena pasal-pasal yang ada.

Diberitakan sebelumnya, polisi melakukan penyelidikan terhadap sebuah video viral yang menggambarkan pembakaran petasan berasal dari kertas kitab suci agama Islam di Kota Tangerang. Video tersebut diunggah oleh akun @viral_ciledug pada Sabtu (11/9/2021) malam.

Akun itu menuliskan bahwa petasan yang diduga menggunakan lembaran kitab suci itu terjadi di Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Akun @viral_ciledug mengunggah total satu video dan empat foto dalam satu unggahan yang sama soal petasan yang dilapisi lembaran kitab suci.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Ciledug, Kompol Poltar L Gaol mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki adanya petasan tersebut.

"Kami masih menyelidiki terkait lokasi dari penemuan petasan itu," ungkapnya kepada rri.co.id, Minggu (12/9/2021).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00