Bantuan Kuota Data Internet Kembali Diberikan

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makariem Saat Beri Penjelasan Mengenai Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2021, pada Rabu (04/08/21). Dok : Youtube Kemendikbudristek

KBRN, Jakarta: Pemerintah kembali melanjutkan pemberian bantuan kuota data internet dan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi siswa dan mahasiswa di tanah air.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan teknologi Nadiem Anwar Makariam mengatakan, pandemi COVID-19 yang masih melanda selama satu setengah tahun terakhir mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran di semua jenjang pendidikan. 

"Sejak awal kami mengambil langkah cepat untuk membantu mengurangi beban siswam, mahasiswa, pendidik, maupun tenaga kependidikan," ujar Nadiem secara virtual dalam acara peresmian lanjutan bantuan kuota internet dan bantuan Uang Kuliah Tunggal, Rabu (4/8/2021). 

Bebeapa kebijakan yang diambil yaitu menyusun kurikulum darurat, relaksasi pembelajaran dana BOS dan BOP PAUD sehingga sekolah leluasa dalam mengelola dananya, distribusi modul pembelajaran, bantuan kuota internet, maupun bantuan UKT. 

Nadiem menjelaskan, di tahun 2020 dan 2021 Kemendikbudristek telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 13,2 Triliun serta menerjunkan 53.706 relawan mahasiswa dalam rangka penanganan pandemi COVID-19. Untuk bantuan kuota data internet, Kemendikbudristek pada tahun 2020 dan 2021 menganggarkan sebanyak Rp 6.6 Triliun untuk 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru dan dosen, dan 35,6 juta siswa, mahasiswa, guru dan dosen. 

Sementara untuk bantuan UKT, Kemendikbudristek telah mengeluarkan dana sebesar Rp 2 Triliun untuk 419.606 mahasiswa PTN dan PTS yang terdampak pandemi COVID-19. 

"Pada September, Oktober, dan November 2021, kami akan menyalurkan Rp 2,3 Triliun untuk lanjutan bantuan kuota data internet bagi 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen," ujar Nadiem lebih lanjut. 

Besaran bantuan yang diberikan, yaitu peserta didik PAUD sbesar 7GB per bulan, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah sebesar 10GB per bulan, pendidik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah sebesar 12GB per bulan, dan mahasiswa serta dosen sebesar 15Gbper bulan. 

Untuk penggunaan bantuan pada 2021 adalah kuota umum yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, kecuali yang diblokir Kemenkominfo dan yang tercantum pada situs resmi bantuan kuota data internet Kemendikbudristek. 

Bantuan kuota data internet akan disalurkan pada tanggal 11 September hingga 15 September, 11 Oktober hingga 15 Oktober, dan 11 November hingga 15 November 2021. Kuota tersebut berlaku selama 30 hari sejak diterima. 

"Untuk itu, kami menghimbau pada satuan pendidikan untuk segera  memutakhirkan data siswam mahasiswa, guru dan dosen, termasuk nomor handphone pada sistem data pokok pendidikan dan pangkalan data pendidikan tinggi dan mengunggah SPTJM pada laman yang disediakan selambatnya pada 31 Agustus," jelas Nadiem. 

Adapun untuk bantuan UKT, Kemendikbudristek menyalurkan Rp 745 Milyar bagi mahasiswa terdampak COVID-19. Bantuan tersebut diberikan sesuai besaran UKT, maksimal Rp 2.4 juta. Jika UKT lebih besar dari Rp 2.4 juta, selisih UKT akan menjadi kebijakan perguruan tinggi sesuai dengan kondisi mahasiswa. 

Sasaran bantuan UKT yaitu mahasiswa yang aktif kuliah dan bukan penerima bantuan KIP Kuliah, Bidikmisi, serta kondisi eluarganya memerlukan bantuan UKT pada semester ganjil 2021. Mekanisme pendataan penerima bantuan UKT yaitu mahasiswa yang memerlukan bantuan UKT mendaftarkan diri ke pimpinan perguruan tinggi dan pimpinan perguruan tinggi mengajukan ke penerima bantuan UKT ke Kemendikbudristek. Bantuan UKT akan disalurkan langsung ke perguruan tinggi masing-masing.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00