Bursa Kandidat Panglima TNI Mulai Diperbincangkan

KBRN, Jakarta: Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akan pensiun pada November 2021. Bursa kandidat pengganti Panglima TNI Marsekal TNI  Hadi Tjahjanto mulai ramai diperbincangkan. Semua Kepala Staf berpeluang menjadi orang nomor satu di TNI.

Pengamat militer dan intelijen Ridlwan Habib menilai kandidat Panglima TNI sebaiknya faham dengan dinamika terbaru di masyarakat.

"Kandidat Panglima yang paling jago di media sosial, ini bukan soal sepele tapi menunjukkan bagaimana pimpinan TNI faham rakyatnya," ujar Ridlwan kepada RRI.co.id di Jakarta, Kamis (16/6/2021).

Ridlwan mencontohkan KSAD Andhika Perkasa yang sangat aktif di Youtube.

"Saat ini akun resmi YouTube TNI Angkatan Darat diikuti oleh 1 juta lebih subscriber dan sudah ada 2.800 video yang semuanya dikemas dengan baik," ujarnya.

Dalam akun YouTube itu nampak sekali aktivitas KSAD Andhika yang tidak hanya membina prajuritnya tapi juga menyapa rakyat.

"Ibu Andhika juga sangat rajin blusukan ke daerah daerah dan membantu anggota yang kesusahan," lanjutnya.

Ridlwan menjelaskan, kinerja harian KSAD bahkan bisa dinilai publik dari akun YouTube.

"Tanpa mengurangi rasa hormat pada dua kepala staf yang lain, tapi Jendral Andhika yang paling kelihatan kinerjanya," ujar alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen UI tersebut.

Selain itu, selama pandemi Corona, KSAD Andhika juga sangat aktif berperan sebagai Wakil Ketua Penanganan Covid 19.

Andhika juga memastikan RSPAD siaga penuh dan mengirim dokter dokter TNI AD sebagai tenaga harian di rumah sakit darurat Wisma Atlet.

Karena itu, Ridlwan menilai Presiden akan memilih KSAD Jenderal Andhika Perkasa sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Tentu Presiden akan memilih dengan pertimbangan yang terbaik," lanjutnya.

Direktur The Indonesia Intelligence Institute itu menambahkan dalam Perpres 66 tahun 2019 ada jabatan Wakil Panglima TNI.

"Ini masih kosong. Bisa saja KSAL menjabat Wakil Panglima sesuai dengan  peraturan itu," katanya. (foto: Times Indonesia)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00