Seorang Nelayan Hilang di Pantai Wonua Ndoke

KBRN, Jakarta: Seorang  bernama La Mpedu (53 tahun) dilaporkan hilang saat memancing ikan di perairan antara Pantai Wonua Ndoke dan Sumalu, Desa Lantagi, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara. Tim SAR gabungan membagi dua sektor lokasi operasi pencarian nelayan tersebut.

"Operasi SAR hari kedua terhadap satu orang nelayan saat mencari ikan di sekitar perairan antara Pantai Wonua Ndoke dan Pantai Sumalu, hari ini dilakukan dengan membagi dua sektor," kata Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi melalui rilis Humas Basarnas di Kendari, Selasa malam (18/5/2021) seperti dikutip Antara.

Pihaknya juga membagi dua tim di mana tim 1 melakukan pencarian pada sektor dua, yaitu arah barat lokasi kejadian kecelakaan (LKK) dengan menggunakan rubberboat (perahu karet) satu unit milik Basarnas. Tim 2 melakukan pencarian pada sektor 1 arah barat laut LKK dengan menggunakan 10 unit longboat milik nelayan.

Hari kedua pencarian korban melibatkan unsur tim penyelamat dari Pos SAR Baubau, personel Polres Buton Utara, Tim Rekasi Cepat (TRC) BPBD Buton Utara, nelayan, dan keluarga korban.

Kondisi cuaca saat operasi SAR cerah berawan, arah angin barat daya. Kecepatan angin 2-20 knots, tinggi gelombang 0,5-1 meter.

Operasi SAR gabungan hari kedua terhadap korban dimulai pukul 07.00 Wita. Namun, hingga pukul 17.10 Wita korban belum ditemukan sehingga pencarian terhadap korban dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu (19/5/2021) mulai pukul 06.30 Wita.

Sebelumnya, Basarnas Kendari menerima laporan hilangnya korban dari Kasat Reskrim Polres Buton Utara Iptu Sunarto Hafala pada Senin (17/5/2021), pukul 21.15 Wita.

Kronologi hilangnya korban, yakni pada Senin (17/5/2021), sekitar pukul 03.00 Wita korban yang berasal dari Bonelipu Pantai Desa Malalanda, Kecamatan Kulisusu, turun ke laut untuk memancing dengan menggunakan perahu.

Pada sekitar pukul 15.30 Wita perahu yang digunakan korban ditemukan oleh Jahili, nelayan lainnya. Namun korban tidak ada di dalam perahu tersebut yang ditemukan sekitar 300 meter dari daratan di Tanjung Goram. Di dalam perahu hanya ada ikan empat ekor, jerigen berisi lima liter bahan bakar minya, dan gabus tanpa penutup.

"Saksi berusaha mencari korban namun tidak menemukannya sehingga saksi pulang dengan membawa perahu korban lalu menyampaikan kepada istri dan keluarga korban tentang apa yg terjadi sehingga istri dan keluarga korban datang melaporkan kejadian tersebut di Polres Buton Utara untuk ditindaklanjuti," kata dia.

Berdasarkan laporan tersebut, pada Senin (17/5/2021), pukul 21.30 Wita, tim penyelamat Pos SAR Baubau diberangkatkan menuju LKK dengan menggunakan satu unit rescue car membawa satu unit perahu karet beserta peralatan pendukung keselamatan lainnya untuk memberikan bantuan SAR. (foto: Antara)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00