Polisi Identifikasi Pelaku Penyerangan UPK Badan Air

KBRN, Jakarta: Aparat kepolisian terus mendalami kasus dugaan penyerangan terhadap rumah jaga UPK Badan Air Kecamatan Penjaringan yang terjadi pada malam takbiran lalu. Laporan adanya penyerangan tersebut diterima polisi dari pihak UPK Badan Air.

Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Ardyansyah mengatakan, hingga kini polisi masih mendalami siapa-siapa saja pelaku yang terlibat.

"Kita masih dalami, masih kita cari pelakunya," kata Ardyansyah saat dikonfirmasi, Selasa (18/5/2021).

Polisi sudah memintai keterangan para korban dan pihak yang merasa dirugikan. Adanya dugaan itu, polisi juga telah mengidentifikasi terduga pelaku yang menyerang rumah jaga tersebut.

"Pelakunya sudah teridentifikasi. Kalau yang melapor yang dari pihak UPK Badan Air. Karena dia yang merasa dikeroyok," ujar Ardyansyah. 

Saat ini pihak kepolisian juga sudah mendatangi kediaman yang bersangkutan. Hanya saja, terduga pelaku tidak ada di kediamannya saat didatangi polisi.

Sebelumnya diberitakan, penyerangan terjadi saat sejumlah petugas UPK Badan Air tengah berjaga saat malam takbiran pada Rabu, 12 Mei lalu.

Penyerangan ini berawal saat beberapa pria mabuk-mabukan di dekat rumah jaga tersebut.Sekira pukul 22.00 WIB, salah satu pria dari sekumpulan orang yang minum minuman keras itu datang dalam kondisi mabuk parah.

Di bawah pengaruh alkohol, pria itu kemudian muntah sembarangan di dalam ruangan rumah jaga.

"Petugas kami memberikan informasi bahwa ada orang mabuk di depan rumah jaga di saringan Muara Baru, kemudian muntah-muntah ke dalam rumah jaga," kata Nicolas.

Melihat hal itu, petugas UPK Badan Air pun menegur teman-teman si pria tersebut yang masih berkumpul mabuk-mabukan dekat rumah jaga. Namun, bukannya pergi, para pemabuk itu malah membentak balik petugas.

"Petugas kami keluar memberitahu kepada teman-teman yang sedang mabok. 'Bang mohon maaf, tolong temannya lagi mabuk di dalam dan muntah muntah di dalam'," jelas Nicolas.

"Lalu jawabannya 'apa urusan lu anj*ng, ini wilayah gua, ini kampung saya'," sambung Nicolas membeberkan bentakan para pemabuk tersebut.

Tak berselang lama, sekelompok pemabuk tersebut kembali datang bersama puluhan orang lainnya. Mereka lalu menyerang para petugas UPK Badan Air di rumah jaga secara membabibuta.

Sekelompok orang tersebut melakukan pemukulan serta melempar batu dan pecahan genteng hingga beberapa petugas terluka. Penyerangan tak hanya terjadi satu kali.

Kamis (13/5/2021) subuh sekitar pukul 4.30 WIB, petugas UPK Badan Air yang masih bertahan di rumah jaga kembali didatangi sekelompok orang. Namun, kali ini, kata Nicolas, gerombolan yang datang jauh lebih banyak. Mereka bahkan datang sembari menenteng senjata tajam.

"Menurut informasi petugas kita di sana, yang menyerang itu ada sekitar 30 sampai 40 orang," ucap Nicolas.

"Anggota kita menyelamatkan diri, menurut informasi dari anak-anak jika si penyerang ada yang bawa celurit, golok, dan kayu untuk menyerang," tambahnya.

Penyerangan ini selesai ketika polisi berdatangan ke rumah jaga tersebut. Nicolas, dan petugas UPK Badan Air lainnya sempat pula berlarian menyelamatkan diri dari serangan berbahaya ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00