Karyawan Buat Petisi, Ini Jawaban Lion Air

Foto: (Dok. Ist)

KBRN, Jakarta: Serikat Pekerja Lion Air membuat petisi online di change.org guna memprotes pihak perusahaan masih menunggak pembayaran THR tahun lalu, dan pembayaran gaji masih dipotong 50 persen. 

Sesuai perjanjian tahun lalu, pekerja bersedia menerima tawaran pemotongan setengah gaji karena kondisi perusahaan akibat pandemi.

Namun, dalam kontrak hanya tertera pemotongan gaji hanya tiga bulan, terhitung sejak Maret 2021. Sementara hari ini gaji mereka belum juga dibayarkan utuh.

"Lewat petisi ini, kami meminta Bapak Rusdi Kirana, pendiri PT Lion Group, memberikan kejelasan soal gaji karyawan, membayarkan sisa THR tahun lalu, dan membayar gaji kami secara utuh sesuai dengan UMR," demikian isi petisi itu, dikutip RRI.co.id, Kamis (6/5/2021). 

Petisi ini dibuat Serikat Pekerja Lion Air sejak dua minggu lalu. Hingga pukul 11:32 WIB tadi, sudah ada 4.225 akun yang telah menandatangani dari target 5.000.

Dikonfirmasi terkait petisi tersebut, Corporate Communication Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro meminta konfirmasi untuk ditampung dulu.

"Izin pak, kebetulan saya lagi conference call, mohon dibantu WA, nanti akan saya sampaikan," ungkap Danang kepada RRI.co.id, Kamis (6/5/2021).

Berikut Isi Lengkap Petisi Serikat Pekerja Lion Air:

Pandemi emang berdampak ke industri penerbangan. Tapi di Lion Air kami lihat situasinya udah membaik. Tapi kenapa THR kami karyawan Lion Air mau dicicil?

Dari sejak awal pandemi di tahun lalu sampai hari ini, perusahaan masih hanya membayar 50% dari gaji kami setiap bulannya. Padahal, kami kerja full 8 jam setiap harinya. Bahkan bisa lebih.

Waktu di awal-awal kami setuju soalnya ngerti kondisi perusahaan, makanya kami tandatangani kontrak. Apalagi, janjinya Lion Air akan kurangi gaji tiga bulan aja sejak Maret 2020. Tapi kenapa malah keterusan sampai hari ini?

THR tahun ini dijanjikan akan dicicil. Tapi bahkan Lion Air masih menunggak lebih dari setengah THR kami tahun lalu.

Kami jadi bertanya-tanya. Kayaknya Lion Air udah untung, bahkan sampai bisa untuk buat anak perusahaan baru. Tapi kok, pegawainya ditelantarkan, tanpa informasi yang jelas tentang gaji mereka?

Oleh karena itu, lewat petisi ini, kami meminta Bapak Rusdi Kirana, pendiri PT Lion Group, memberikan kejelasan soal gaji karyawan, membayarkan sisa THR tahun lalu, dan membayar gaji kami secara utuh sesuai dengan UMR.

Di masa pandemi ini yang susah bukan cuma perusahaan, tetapi juga pegawainya. Apalagi kalau harus tetap bekerja full tapi dibayar setengah.

Membayar pegawainya secara layak sangat penting, supaya semua bisa bekerja dengan kondusif, sehingga pesawat tetap laik terbang, dan penumpang pun tetap merasa aman dan nyaman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00