FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Targetkan Herd Immunity, Pemerintah Percepat Program Vaksinasi

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Dalam rangka mendorong percepatan vaksinasi untuk mencapai herd-immunity, selain “Vaksin Program” yang sudah berjalan, Pemerintah juga mendorong percepatan “Vaksin Gotong Royong”. Demikian menurut penyataan resmi yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Senin 3 Mei 2021.

Prioritas vaksinasi berdasarkan Risiko Wilayah, di mana prioritas vaksinasi diberikan kepada penerima di wilayah dengan Zona Merah sesuai data Kemenkes, dengan historis distribusi vaksin program untuk Area Jawa-Bali sebesar 70% dan area di luar Jawa-Bali sebesar 30%.

“Sekarang satu bulan saja, dengan segala keterbatasan tetap bisa menembus 10 juta suntikan atau sekitar 12,5 juta rakyat Indonesia sudah diberikan vaksin pertama,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Selasa (4/5/2021).

“Diharapkan ke depan akan bisa lebih cepat lagi. Maka itu, kita juga sudah mengubah proses vaksinasi dari 4 meja ke 2 meja, dengan waktu tunggu hanya 15 menit, atas arahan dari Presiden setelah tadi pagi meninjau pelaksanaan vaksinasi di Grand Indonesia dan Thamrin City, Jakarta Pusat,” tegasnya. 

Selain itu, prioritas juga diberikan untuk sektor/jenis perusahaan tertentu, yaitu yang mempunyai risiko penularan tinggi, sektor utama penunjang pertumbuhan ekonomi. 

Sektor ekonomi yang sangat dibutuhkan masyarakat dan juga sektor yang cara kerjanya padat karya serta kontak dengan banyak orang.

Terkait Emergency Use Authorization (UEA) untuk Vaksin Gotong Royong, telah diterbitkan oleh UEA oleh BPOM per 28 April dan 29 April 2021.

Sedangkan untuk aspek kehalalan, sedang dilakukan proses pembahasan di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menkes menjelaskan, pada 30 April 2021 kemarin, Indonesia sudah menembus 20 juta suntikan vaksin.

Jadi jika dihitung sejak mulai vaksin di Januari 202,  untuk bisa menembus 10 juta suntikan, maka diperlukan waktu selama dua bulan atau  hingga 26 Maret 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00