72 Kapal Ilegal Fishing Ditangkap

Plt. Dirjen PSDKP Antam Novambar saat Konferensi Pers terkait Illegal Fishing di Kantor KKP Jakarta, Kamis (15/4/2021)/Saviera Amalia

KBRN, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) berhasil menangkap 72 kapal pelaku illegal fishing pada periode Januari hingga April 2021.

"Dalam 100 hari kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Ditjen PSDKP telah melakukan penangkapan terhadap 72 kapal," kata Plt. Dirjen PSDKP, Antam Novambar, dalam Konferensi Pers di Gedung Mina Bahari IV KKP, Kamis (15/4/2021).

Lebih lanjut, Antam menjelaskan, puluhan kapal tersebut langsung ditangani secara hukum. Saat ini, 3 kapal telah diputus pengadilan (inkracht), 4 kapal proses persidangan, 5 kapal telah dilakukan penyerahan ke Jaksa (P-21 Tahap II), 9 kapal dalam telah P-21 Tahap I, 32 kapal dalam proses penyidikan, 8 kapal diberikan sanksi administrasi dan 11 kapal dalam proses pemeriksaan pendahuluan. Pada proses ini, kata Antam, KKP bergerak bersama Kejaksaan RI.

"Sejumlah modus operandi yang saat ini banyak kami temukan di lapangan, diantaranya kapal-kapal ilegal khususnya di laut Natuna, beroperasi dengan berpencar," jelasnya.

"Ini memang sepertinya sengaja dilakukan untuk menyulitkan kita, selain itu alat tangkap yang digunakan juga semakin beragam, bukan hanya trawl, yang terbaru, penangkapan 5 kapal menggunakan alat tangkap jaring cumi," tambahnya.

Sebagai informasi, 72 kapal yang berhasil ditangkap terdiri dari 12 kapal asing dengan 5 kapal berbendera Malaysia dan 7 kapal berbendera Vietnam. Sedangkan 60 lainnya merupakan kapal ikan Indonesia yang melakukan pelanggaran operasional.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00