Kang Emil Berharap "Bukit Algoritma" Bukan Gimmick

Foto: wikipedia.org

KBRN, Jakarta: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap proyek Bukit Algoritma tidak sekedar gimik.

Sebelumnya, Proyek Bukit Algoritma menjadi ramai di media sosial (medsos) karena disebut-sebut akan menjadi Silicon Valley milik Amerika Serikat.

"Kenapa Silicon Valley sukses? Saya kasih tahu, karena di sana  ada kumpulan universitas berdekatan dengan kumpulan industri, berkumpul dengan finansial institusi. Kalau tiga poin tadi tidak hadir dalam satu titik, yang namanya istilah Silicon Valley itu hanya gimmick-branding saja," ujarnya di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Senin (12/4/2021).

Namun, kata kang Emil, jika Indonesia mampu membuktikan tiga komponen itu hadir akan sangat bagus. Untuk itu ia mendukung upaya dari perusahaan plat merah PT Amarta Larya (Persero).

"Saya dukung, tapi hati-hati kepada semua orang yang sedikit-sedikit bilang mau bilang bikin Silicon Valley, ukurannya ada tiga yang tadi," ujarnya.

Untuk diketahui, PT Amarta Karya (AMKA), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Konstruksi, menandatangani kontrak Pekerjaan Pengembangan Rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0 di Sukabumi, yang diberi nama “Bukit Algoritma.” 

Direktur Utama AMKA Nikolas Agung menyampaikan bahwa pada Pembangunan proyek “Bukit Algoritma", proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 888 hektare, yang berlokasi di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi. 

AMKA dipercaya sebagai mitra infrastruktur “Bukit Algoritma” pada tahap pertama selama tiga tahun ke depan, dengan nilai total diperkirakan 1 miliar euro atau setara Rp18 triliun. 

Untuk meningkatkan kualitas ekonomi 4.0, peningkatan pendidikan dan penciptaan pusat riset dan development untuk menampung idea anak bangsa terbaik demi Indonesia bangkit serta meningkatkan sektor pariwisata di kawasan setempat. 

Selain itu, pengembangan KEK Sukabumi juga diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur pertumbuhan tangguh berkelanjutan dan pembangunan SDM berbasis iptek, yang merupakan salah satu alat dukung penuh pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional (PEN).

Menurut Nikolas, optimalisasi bonus demografi Indonesia menjelang tahun 2045 serta partisipasi dalam upaya mitigasi middle income trap, dapat ditempuh melalui peningkatan daya saing, produktivitas inovasi dan penguatan SDM. Sebab itu, AMKA berkomitmen untuk mengambil peran dan andil yang besar dalam rencana proyek Pengembangan KEK Sukabumi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00