Dukcapil Terbitkan Akta Kematian Jemaah Haji Meninggal Dunia

Jamaah Haji melaksanakan tawaf mengitari Ka’bah dan beribadah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Jumat (1/7/2022). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem/wsj/NBL).

KBRN, Jakarta: Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri memfasilitasi secara cepat penerbitan Dokumen Kependudukan (Akta Kematian) jemaah haji.

"Pada tahap pertama diterbitkan dua akta kematian atas nama Suhati dan Suharno yang meninggal di Mekkah melalui Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jakarta Selatan dan Jakarta Utara," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan. 

Proses penyerahan Dokumen Kependudukan secara langsung kepada ahli waris. Foto: (istimewa)

Kemudian Senin 4 Juli 2022, Kasudin Dukcapil Kota Jakarta Utara Edward Idris menyerahkan Dokumen Kependudukan secara langsung kepada ahli warisnya Rendy Andika Yudhaswara di kediaman.

Selanjutnya Selasa 5 Juli 2022 Kasudin Dukcapil Kota Jakarta Selatan Muhammad Nurrahman selesai memproses penerbitan, dan menyerahkan langsung Dokumen Kependudukan kepada keluarga almarhum di kantor Kelurahan Ragunan.

Dokumen Kependudukan yang diserahkan yaitu Akta Kematian, Kartu Keluarga (KK) dan KTP-el bagi suami atau istri yang ditinggalkan untuk diubah statusnya menjadi cerai mati.

"Layanan ini kita sebut layanan 3 in 1," sebutnya. 

Menurutnya, hal ini dapat dilakukan karena semua layanan Dukcapil sudah terintegrasi dan terkoneksi secara online. Semua dokumen kependudukan ditandatangani secara digital, dokumennya dapat dicetak dengan kertas putih dari manapun.

Selain itu file dokumen dalam bentuk PDF dapat dikirim langsung lewat surat elektronik atau melalui Whatsapp.

Menurut Zudan, penerbitan dokumen kependudukan ini dilakukan secara cepat, mudah dan gratis. Keluarga korban tidak perlu mengurus sendiri, karena sudah diuruskan oleh jajaran Dukcapil Daerah sesuai dengan alamat KTP-el atau KK korban. 

"Kami ingin memberikan pelayanan terbaik, maka Ditjen Dukcapil Pusat dan Dinas Dukcapil daerah berkoordinasi segera untuk menerbitkan dokumen kependudukan," ungkap Zudan.

Sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yaitu meminta Dinas Dukcapil daerah memanfaatkan perkembangan teknologi infomasi yang semakin mudah bagi masyarakat, salah satunya pelayanan terintegrasi. 

Kita jangan sampai ketinggalan dari perkembangan revolusi teknologi informasi yang terus bergerak ini, untuk kepentingan kebaikan, terutama untuk pelayanan publik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar