Kemenag Meminta Al-Fatih Bertanggungjawab Kasus Haji Dipulangkan

Jamaah haji menunaikan umrah wajib. (foto: MCH 2022)

KBRN, Jawa Barat: Kementerian Agama (Kemenag) meminta perusahaan travel PT. Al Fatih untuk mempertanggungjawabkan dideportasinya 46 jamaah calon haji non-kuota (furoda) dari tanah suci. 

"Mudah-mudahan sampai bisa didapat informasi 46 orang ini siapa saja kalau bisa kita bisa menemukan pengelola Al Fatih untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, H. A. Handiman Romdoni dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Selasa (5/7/2022).

STak hanya itu, ia berharap 46 korban mau melaporkan AL Fatih ke Kepolisian atau ke Kementerian Agama. 

"Saya berharap ini yang 46 korban ini maulah melaporkan AL Fatih ke aparat kepolisian atau ke kami Kementerian Agama supaya kami dapat mengetahui informasi lanjutannya," tegasnya. 

Sebelumnya, sebanyak 46 warga negara Indonesia (WNI) tertahan di Imigrasi Arab Saudi setibanya mereka di Jeddah, Kamis, 30 Juni 2022, dini hari. Mereka berangkat ke Arab Saudi dengan penerbangan reguler, dan mendarat di Bandara Internasional Jeddah, Arab Saudi. 

Mereka tidak lolos proses imigrasi setelah diketahui bahwa visa yang dibawa tidak ditemukan dalam sistem imigrasi Arab Saudi. Menurut pengakuan pihak travel, mereka menggunakan visa dari Singapura dan Malaysia untuk memberangkatkan 46 WNI tersebut. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar