PPIH Tambah Personil di Sektor Khusus Masjidil Haram

Ketua PPIH Arab Saudi Arsad Hidayat (kiri) dan Kepala Daerah Kerja Bandara, Haryanto Sarpin (kanan) saat memberi penjelasan mengenai penambahan personil di Masjidil Haram, Senin (27/6/2022) petang. (Foto : Media Center Haji 2022)

KBRN, Jeddah: Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menambah jumlah kekuatan petugas di sektor khusus Masjidil Haram, Makkah. Jumlah petugas di sektor khusus di Masjidil Haram sebelumnya berjumlah sekitar 52 orang.

Penambahan kekuatan petugas ini dilakukan mengingat kondisi di Masjidil Haram sudah cukup padat jelang puncak haji. Tidak hanya jemaah haji Indonesia, namun terdapat juga jamaah haji dari negara lain.

"Dengan penambahan personil yaitu 40 petugas per shift. Ini luar biasa, agar kita bisa maksimal memberi pelayanan sekitar Masjidil Haram sebagai tempat pusat ibadah," kata Ketua PPIH Arab Saudi Arsad Hidayat kepada tim Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja (Daker) Bandara di Jeddah, Senin (27/6/2022).

Adapun total kedatangan jemaah haji reguler mencapai 76.421 orang jemaah yang merupakan akumulasi dari kedatangan gelombang I di Madinah dan gelombang II di Jeddah yang masih belum usai. 45.537 jemaah sudah diberangkatkan dari Madinah ke Mekkah dan sisa kedatangan jemaah calon haji Indonesia dari Tanah Air seluruhnya berangkat menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah.

Penambahan personil dilakukan dengan tujuan selain untuk mengatasi terjadinya jemaah haji Indonesia yang kehilangan arah, dikhawatirkan pula kondisi padat dan macetnya lalu lintas. Hal ini terbukti dengan padatnya di terminal bus shalawat usai jemaah haji pulang dari Masjidil Haram.

Khusus untuk rute internasional yaitu Mahbas Jin-Bab Ali, bus-bus tidak hanya ditumpangi jemaah haji dari Indonesia saja, namun juga para jemaah dari negara lain. Jadi berpotensi desak-desakan dan crowded akan semakin tinggi.

"Maka kita juga sudah berkoordinasi akan melakukan penambahan jumlah petugas kita khususnya petugas transportasi di sekitar Mahbas Jin-Bab Ali untuk membantu jemaah kita terlindungi" jelas Arsad lebih lanjut. 

Arsad khawatir, jika berdesak-desakan, maka jemaah kita akan mudah tersingkir. Karenanya dibutuhkan tenaga tambahan untuk perlindungan terhadap jemaah Indonesia. 

"Karena kalau sudah berdesak-desakan dengan jamaah dari negara lain, jemaah kita akan kalah. Ini butuh perhatian dan perlindungan dari petugas transportasi," sambungnya.

Sementara itu, jemaah haji Indonesia diingatkan untuk terus menjaga stamina dengan meminimalisir kegiatan ibadah di luar ruangan jelang puncak ibadah haji 2022 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Dalam beberapa hari ini sebelum pelaksanaan Armuzna, jamaah kita diminta meminimalisir aktivitas-aktivitas yang lain misalnya umrah. Artinya mereka untuk menghemat energi dan tenaga sehingga pada puncaknya nanti wukuf dalam kondisi sehat," ujarnya.

Hal yang bisa dilakukan jamaah jelang puncak ibadah haji adalah melakukan ibadah di mushala atau masjid dekat sekitar hotel. 

"Ibadah haji itu ya Arafah. Jangan nanti sunahnya didahulukan, yang menjadi wajib itu karena kondisinya lemah tidak bisa melakukan wajib dan rukun haji. Ini kan rugi sekali," tandas Arsad.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar