Kebahagiaan Jemaah Ketika Menyantap Makanan Bandara

Makanan Selamat Datang untuk Jemaah Indonesia yang disediakan di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. (Foto : Media Center Haji 2022)
Proses penyiapan makanan di dapur katering yang ada di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. (Foto : Media Center Haji 2022)

KBRN, Jeddah: Ekspresi semringah terpancar dari wajah Ibu Hasmin Rahim, seorang jemaah lansia dari Kolaka. Hasmin begitu menikmati makanan selamat datang yang diterimanya di dalam bus ketika masih berada di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah.

Hasmin dengan lahap menyantap nasi bersama lauk pauknya dan juga memandang buah apel yang ada di pangkuannya. Ia mengaku senang, karena makanan yang disantapnya masih dalam keadaan hangat dan rasanya sangat enak. 

"Alhamdulillah enak sekali, nasinya juga masih hangat. Alhamdulillah," ujar Hasmin. 

Menurutnya, makanan selamat datang bagi jemaah haji Indonesia menjadi salah satu faktor penting yang disiapkan Petugas Haji Indonesia Daerah Kerja Bandara. Kepala Daker Bandara Haryanto mengatakan, proses memasak yang dilakukan di dalam bandara membuat makanan yang diterima jemaah masih dalam keadaan hangat. 

"Untuk proses memasak, semua dilakukan di dapur yang ada di Bandara (King Abdul Aziz Jeddah). Karena dalam kontrak, perusahaan harus mempunyai dapur dan bisa memasak langsung, sehingga nanti ketika makanan didistribusikan ke jemaah, sesaat mereka tiba, maka makanan masih dalam keadaan hangat," jelas Haryanto. 

Sementara itu, pemilik katering Fahad Bob Sait mengatakan, pihaknya tidak main-main dalam menyediakan makanan untuk jemaah Indonesia, dan makanan yang didistribusikan kepada jemaah merupakan makanan yang dimasak dalam hitungan beberapa jam sebelum kedatangan. 

"Memang masakan akan selalu panas, karena ada warming (penghangat) untuk tetap hangat. Tapi tetap kita ada batas, jam berapa harus masak. Ngga masak jauh-jauh jam, masih lama kita tumpuk supaya cepat, supaya ngga terlambat. Ngga mau kita seperti itu," tegas Fahad.

Makanan yang disajikan untuk jemaah Indonesia memiliki kandungan lengkap, karena berisi karbohidrat, protein, mineral, dan ada pula vitamin dari buah-buahan.

Menu penutup pun disediakan berupa puding impor dari Indonesia, sesuai dengan pesan Presiden bahwa menu harus bernuansa Nusantara.

Makanan yang bergizi ini menjadi modal bagi jemaah Indonesia untuk menyiapkan kondisi fisik selama beribadah di Tanah Suci. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar