Kasus Bansos, Penerimaan Fee JPB Terlacak KPK

Tersangka Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso (kedua kiri) dan pihak swasta Harry Sidabuke (ketiga kanan) mengikuti rekonstruksi perkara dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan COVID-19 di Gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta, Senin (1/2/2021). KPK menggelar rekonstruksi yang menghadirkan ketiga tersangka yakni Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso serta pihak swasta Harry Sidabuke guna mengumpulkan bukti-bukti pendukung terkait dugaan korupsi bansos yang melibatkan mantan Menteri Sosial RI, JPB (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

KBRN, Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami penunjukan PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) sebagai rekanan penyedia bantuan sosial (Bansos) penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Daning Saraswati, Komisaris PT RPI, telah diperiksa pada Senin, 1 Maret 2021, terkait dugaan pemberian fee terhadap eks Mensos RI, JPB.

"Melalui keterangan saksi tersebut, tim penyidik KPK masih terus mendalami terkait dengan penyitaan dokumen yang berhubungan dengan perkara dan juga terkait penunjukan PT RPI yang ikut serta mendapatkan proyek Bansos," terang Plt Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, di Jakarta, seperti dilansir CNN Indonesia, Senin (1/3/2021).

BACA JUGA: Kasus Bansos Covid-19, Komisaris PT RPI Diperiksa

Daning sudah sekian kali diperiksa penyidik KPK.

Dari informasi yang dihimpun, PT RPI diduga telah menyetor fee sebesar Rp10 ribu per paket Bansos kepada eks Menteri Sosial JPB dan pejabat Kementerian Sosial. 

PT RPI terdaftar sebagai rekanan penyedia Bansos untuk tahap 10, 11, 12, dan 14 (pengadaan Bansos untuk komunitas).

Dalam kasus dana bansos ini, KPK sudah menetapkan lima tersangka.

Mantan Menteri Sosial JPB, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta dua pihak swasta, Ardian I M dan Harry Sidabukke.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00