Dugaan Kedekatan Tersangka NA dengan Kontraktor AS

Konferensi pers KPK terkait OTT terhadap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.(Dok.CU/RRI)

KBRN, Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyatakan, tersangka Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (NA) sudah lama kenal baik dengan tersangka Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto (AS).

Sehingga disinyalir AS berkeinginan mendapatkan beberapa proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan pada tahun 2021.

“AS sendiri sudah mengerjakan beberapa proyek di Sulsel seperti peningkatan ruas jalan Palampang-Munte-Bontolempangan di Kabupaten Sinjai, Bulukumba tahun 2019 dengan nilai Rp28.9 miliar. Kedua, juga ada pembangunan jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan pada tahun 2020 dengan nilai proyek sebesar Rp15.7 miliar,” kata Firli di KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Tidak berhenti sampai di situ, karena pada tahun 2020 juga ada proyek dieksekusi NA bersama AS.

“Ketiga, adalah pembangunan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan 1 Paket APBD Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai Rp19 miliar. Selanjutnya adalah pembangunan jalan pedestrian dan penerangan jalan Kawasan Wisata Bira dana bantuan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan 2020 kepada Kabupaten Bulukumba TA 2020 dengan nilai proyek sebesar Rp20.8 miliar,” terang Firli.

Proyek lainnya, juga masih terakit infrastruktur hasil kedekatan NA dengan AS.

Sebab, kata Firli, pembangunan jalan parkiran 1 dan 2 di Kawasan Wisata Bira dengan nilai proyek sebesar Rp7.1 miliar adalah proyek lainnnya dari NA bersama AS.

“Oleh karena itu terhitung sejak bulan Februari AS bersama orang kepercayaan NA sudah aktif berkomunikasi guna mendapatkan proyek kembali di tahun 2021,” kata Firli.

NA dan AS ditetapkan tersangka, pada Minggu pagi tadi, pasca ditangkap oleh KPK melalui operasi senyap, pada Jumat (26/2/2021) hingga dibawa ke Jakarta dari Makassar-Sulsel, pada Sabtu (27/2/2021) pagi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00