Kala Almarhum Artidjo Alkostar Menginspirasi Mahfud MD

KBRN, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD melepas kepergian terakhir anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Artidjo Alkostar. Dia menyebut Artidjo tidak terpapar Covid-19, melainkan menderita penyakit lainnya.

“Penyakitnya sejak lama beliau mempunyai komplikasi ginjal, jantung, dan paru-paru. Tapi bukan Covid-19. Karena dokter merekomendasi tidak di rumah sakit. Jadi beliau sakit memang itu. Penyakit orang tua lah ya, ginjal, jantung, komplikasi,” kata Mahfud usai melayat jenazah Artidjo di Apartemen Springhill, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (28/2/2021).

Artidjo meninggal pada usia 71.

Baca juga: Istana: Artidjo Membawa Energi Perjuangan Penegakan Keadilan

Menurut Mahfud, Artidjo adalah mantan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung dan kiprahnya sangat berintegritas di bidang hukum.

“Beliau adalah mantan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung dan sekarang menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujar Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyampaikan, jenazah Artidjo Alkostar akan dimakamkan di Situbondo, Jawa Timur.

Dia mengaku kaget mendengar meninggalnya Artidjo Alkostar.

“Kita berdukacita dan karena persoalan teknis administratif beliau langsung dibawa ke Situbondo,” ucap Mahfud.

Baca juga: Deretan Putusan Artidjo Alkostar, Sang Hakim Tegas

Sebagaimana diketahui, Artidjo Alkostar menjabat sebagai hakim agung selama 18 tahun, tahun 2000-2018.

Selama mengabdi sebagai hakim agung, Artidjo telah menangani sebanyak 19.708 berkas perkara.

Mantan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI ini merupakan seorang yang bertangan dingin memutus perkara korupsi di tingkat kasasi.

Almarhum Artidjo bahkan, tidak segan memperberat hukuman untuk para koruptor yang mengajukan upaya hukum hingga tingkat kasasi ke MA.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00