Ibu Dipenjara Bersama Bayi Diminta Jadi Tahanan-Kota

Foto: kasus seorang ibu bernama Isma (33) dipenjara bersama bayinya yang masih berusia 6 bulan.

KBRN, Jakarta: Anggota DPR Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi meminta, Kantor Wilayah Aceh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia bisa mencarikan solusi atas kasus seorang ibu bernama Isma (33) dipenjara bersama bayinya yang masih berusia 6 bulan.

"Iya atas dasar kemanusiaan, saya minta agar Kanwil hukum dan HAM di Aceh bisa mencarikan solusi hukum atas kasus ini," kata Bobby kepada RRI.co.id, Minggu (28/2/2021).

Baca Juga:Terjerat UU ITE, Ibu Dipenjara Bersama Bayinya

Misalkan, kata Bobby, dengan penahanan di rumah sebagai tahanan kota, karena ada bayi yang masih menyusui dan rentan sakit bila bercampur dengan napi lain di rutan. 

"Ini bukan soal putusan hukumnya yang merujuk ke UU ITE, tapi semata atas dasar kemanusiaan," ucapnya. 

Menurut Anggota Komisi I DPR RI peristiwa ini bisa saja terjadi pada tahanan ibu-ibu lain dalam kasus lain selain lingkup UU ITE. 

"Sekali lagi, ini adalah karena dasar kemanusiaan subyektif pada seorang ibu yang masih mempunyai bayi yang menyusui, bukan karena soal pasal pidana UU ITE nya," tegasnya.

Seorang ibu bernama Isma (33) dipenjara bersama bayinya yang masih berusia 6 bulan.

Keduanya berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara.

Isma divonis bersalah karena melanggar Undang-undang Informasi dan Traksaksi Elektronik  UU ITE) oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara.

“Anak bayinya enam bulan juga di tahanan, karena masih menyusui, dan itu sesuai aturan dibolehkan ikut ibunya di tahanan,” ujar Kepala Rutan Lhoksukon Yusnadi kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021).

Kasus ini bermula, warga Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara itu dilaporkan oleh kepala desanya atas pencemaran nama baik.

Pasalnya, Isma mengunggah video berdurasi 35 detik ke Facebook soal kericuhan kepala desa dan ibunya.

Video itu lalu viral di media sosial pada 6 April 2020.

Karena dirasa nama baiknya tercemar, si kepala desa melaporkan pengunggah video itu, Isma (33). Isma mengunggah video tersebut ke Facebook.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00