Terbongkar! Napi Pemain Kayu Ilegal

KBRN, Aceh Singkil: Pembalakan liar masih merajalela di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. Bahkan, Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil Iptu Noca Tryananto menyatakan, seorang napi diduga terlibat dalam temuan kayu ilegal di sebuah gudang kayu, Senin (18/1/2021).

"Kami mengamankan kayu ilegal diperkirakan milik MZ alias KYU selaku pemilik gudang, tempat penemuan kayu di Desa Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak," kata Noca saat konferensi pers di Aceh Singkil, Aceh, Rabu (27/1/2021).

MZ, kata dia, sudah ditetapkan sebagai tersangka masih berada di dalam tahanan karena menjalani hukuman pidana dalam kasus berbeda.

"Ditemukan beberapa orang yang indikasi, masih dalam proses penyidikan juga. Untuk sementara, satu orang yang kita tetapkan sebagai tersangka, yaitu pemilik gudang tersebut yang posisinya kemarin juga sedang ada di Lapas, statusnya juga sebagai narapidana," tegas Noca.

Noca menjelaskan kronologi penemuan kayu ilegal itu.

"Berawal dari pengaduan masyarakat terkait banyaknya pembalakan liar hutan Llndung di Aceh Singkil. Selanjutnya, Unit Tipiter turun ke lapangan, pada Senin (18/01/2021), dan menemukan gudang kayu yang berisikan sekitar 10 ton kayu," ungkap Noca.

Soal barang bukti, lanjut dia, berupa kayu jenis Meranti sebanyak 279 lembar. Selain itu, kayu jenis Rimba Campuran sebanyak 66 lembar.

“Barang Bukti yang berhasil kita amankan berdasarkan hasil pengukuran KPH, yaitu kelompok kayu jenis Meranti sebanyak 279 lembar, dengan volume 21.761 meter kubik. Kemudian kelompok kayu jenis Rimba Campuran sebanyak 66 lembar, dengan volume 1.547 meter kubik," terang Noca.

Adapun Barang bukti saat ini diamankan di Markas Polres Aceh Singkil, dan sebagian masih diamankan di Polsek Kecamatan Singkil.

"Atas perbuatannya, tersangka MZ dijerat Hukum Pasal 87 ayat (1) huruf (a) Jo Pasal 12 huruf (K) Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan maksimal lima tahun. Dan denda paling sedikit Rp500 juta, dan paling banyak Rp2.5 miliar," kata Noca.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00