Jejak Kriminal Haji Permata Diakhiri Bea Cukai

Haji Permata (kiri) dan Petugas Bea Cukai dari Custom Tactical Unit (Dok. Istimewa/photogrid)

Tabrak Kapal dan Tewasnya Tokoh Kriminal

Petugas Custom Tactical Unit (CTU) Bea dan Cukai (Dok. Istimewa/YouTube)

Kapal patroli speed boat milik DJBC Khusus Kepri diduga ditabrak high speed craft (HSC) yang diduga milik Haji Permata di Selat Singapura. 

Kasus ini bermula dari informasi yang diterima oleh petugas bea cukai tentang penyelundupan Barang Kena Cukai (BKC) atau Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dengan modus ship to ship menggunakan perairan Selat Singapura. 

Ketika kapal patroli melakukan operasi lapangan, terpantau empat unit HSC memasuki perairan Selat Singapura dalam waktu berselang 10 menit. 

BACA JUGA: Haji Permata Tertembak, Ini Deretan Kasusnya

Dua unit HSC mengikuti kapal patroli dan unit yang di depan memotong haluan yang berisiko menyebabkan tabrakan.

Hal itu dapat dihindari namun beberapa detik kemudian, satu unit HSC kembali menutup haluan kapal patroli dari belakang sehingga serempetan tak terelakkan. 

Kapal patroli Bea dan Cukai pun lantas tetap mendekati salah satu unit HSC yang diduga membawa barang. 

Tetapi umpatan dan ancaman senjata tajam pun melayang.

Kondisi berbahaya ini pun akhirnya memaksa kapal patroli Bea dan Cukai kembali ke pangkalan. 

BACA JUGA: Haji Permata Tewas, Lima Proyektil Peluru Ditemukan

Apalagi salah seorang petugas mengalami luka dan membutuhkan perawatan medis setelah benturan pada manuver kedua. 

Aksi nekat semacam ini berakhir pada Jumat (15/1) lalu. 

Satgas patroli laut Bea dan Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau dan Tembilahan berhasil menewaskan Haji Permata ketika memergoki tengah menyelundupkan 7.2 juta rokok ilegal. 

Aksi pelepasan tembakan ini pun tak lepas dari kejar-kejaran dan saling ancam.

Keterangan pihak Patroli Bea dan Cukai menyebutkan, mereka berupaya menghentikan laju empat buah kapal high speed craft (HSC) bermesin 6x250 PK tanpa nama dan satu buah kapal bermuatan orang banyak yang juga membawa rokok selundupan di perairan Pulau Buluh, Riau.

Namun kematian ini membuahkan kontroversi, sebagian kelompok masyarakat memprotes penembakan ini karena sosok kriminal Haji Permata justru dianggap tokoh oleh mereka. 

Dan dari sisi kepolisian, mereka tengah mendalami perihal prosedur pelepasan tembakan yang akhirnya menewaskan penjahat kelas kakap, Haji Permata.

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00