Perpres Pertahanan Negara, Pulau Besar dan Komcad

Ilustrasi / Seorang anggota TNI melintas di depan baliho di Pos Komando Taktis (Poskotis) Satgas Tinombala di Desa Tokorondo, Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Ant/Basri Marzuki)

KBRN, Jakarta: Selain implementasi pertahanan di pulau-pulau besar, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga menginginkan implementasi sistem pertahanan negara pada kekuatan darat, laut, dan udara dengan merealisasikan pembangunan komponen cadangan (komcad) dan komponen pendukung.

Demikian sorotan utama dari Peraturan Presiden (Perpres) nomor 8 tahun 2021 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara tahun 2020-2024, yang menggantikan Perpres Nomor 97 Tahun 2015.

"Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2020-2024, pada tanggal 6 Januari 2021. Peraturan ini dapat diakses pada laman jdih.setkab.go.id," demikian keterangan tertulis di laman resmi Sekretariat Presiden, Minggu (24/1/2021).

Pada Pasal 1 ayat 1, dijelaskan kebijakan umum pertahanan tahun 2020-2024 merupakan pedoman mengelola sistem pertahanan nasional. 

Selain itu, kebijakan ini menjadi acuan bagi perencanaan serta pengawasan pertahanan negara.

"Lebih lanjut dijelaskan pada Pasal 2, Kebijakan Umum ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara melalui: Pertama, implementasi sistem pertahanan negara pada kekuatan darat, laut, dan udara dengan merealisasikan pembangunan komponen cadangan dan komponen pendukung," keterangan Sekretariat Presiden.

Kedua, kebijakan ini diharapkan mampu diimplementasikan sebagai konsep pertahanan pulau-pulau besar. 

Ketiga, pemerintah juga bakal menerapkan akuntabilitas, transparansi, dan bebas dari korupsi di dalam manajemen anggaran pertahanan.

Keempat, pembangunan postur TNI Indonesia yang mempunyai kemampuan daya tangkal strategis dan mobilitas tinggi untuk diproyeksikan di dalam dan luar wilayah yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam rangka penegakan kedaulatan dan melindungi kepentingan nasional.

Terakhir, peningkatan kemampuan pertahanan nirmiliter yang dilaksanakan oleh kementerian di luar bidang pertahanan, lembaga, dan pemerintah daerah dengan mengoptimalkan pendayagunaan sumber daya nasional untuk kepentingan pertahanan negara.

Adanya Perpres ini juga mengatur tentang revitalisasi industri pertahanan yang mampu memproduksi peralatan pertahanan dan keamanan yang canggih dan modern. 

Demi perdamaian dunia, ketentuan dalam Perpres itu juga mengutamakan kerjasama internasional, termasuk dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perpres ini mulai berlaku sejak 7 Januari 2021 lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00