Mantan Dirut ASABRI Akui Tanam Saham Ke BenTjok

Mantan Dirut PT. ASABRI 2009-2016, Adam Rahmat Damari (Dok. RRI/IMMANUEL CHRISTIAN)

KBRN, Jakarta: Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), Mayor Jenderal (Purn) Adam Rahmat Damari pada hari ini, Kamis (21/1/2021).

Mantan Dirut ASABRI periode 2009-2016 itu mengakui, pada periode kepemimpinannya dana investasi ditanamkan ke perusahaan milik tersangka korupsi Jiwasraya Benny Tjokro.

"Pernah ke MYRX pada tahun 2014 karena termasuk LQ 45," ujar Adam kepada Alinea di Gedung Bundar Kejagung usai menjalani pemeriksaan, Kamis (21/1/2021).

Adam menjelaskan, penanaman investasi di saham MYRX milik tersangka Benny Tjokro dilakukan dengan sesuai ketentuan. Dia menyebut, total dana yang dimasukkan sekitar miliaran rupiah.

Adam juga mengaku bahwa dirinya mengenal Benny Tjokro saat menjadi petinggi ASABRI. Kendati demikian, di memastikan perkenalan dengan Benny Tjokro hanya sebatas pebisnis.

Lebih lanjut Adam mengungkapkan, periode kepemimpinannya seluruh investasi yang ditanamkan tidak pernah mengalami kerugian. Bahkan, laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selalu baik kepada ASABRI.

"Permasalahan ini adalah setelah 2017 ke sana, 2016 kemari sampai 2009 aset naik. Saya akhir 2016 mencetak laba Rp354 miliar," tutur Adam.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simajuntak menyebut pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI. Sampai hari ini, pemeriksaan terhadap saksi atas PT. ASABRI sudah mencapai jumlah 12 orang saksi.

"Hingga saat ini, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah memeriksa 12 orang saksi," sebut Leonard.

Untuk diketahui, Polri dan Kejagung sudah melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi di ASABRI dan memastikan dugaan korupsi berada pada investasi saham dan reksadana asuransi plat merah itu. Peristiwa pidana yang terjadi diduga pada periode 2012-2019.

Kejagung sampai saat ini belum dapat memastikan bahwa pelaku korupsi ASABRI adalah tersangka Jiwasraya Benny Tjokro dan Heru Hidayat. Penyidik juga belum dapat memastikan para tersangka nantinya akan dikenakan pasal tindak pidana korupsi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00