Kasus Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa 10 Saksi

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah (Dok. RRI/IMMANUEL CHRISTIAN)

KBRN, Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi BPJS Ketenagakerjaan. Saksi yang diperiksa terdiri dari pihak internal dan swasta.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah mengatakan, pemeriksaan sejumlah saksi dilakukan guna mengumpulkan bukti adanya tindak pidana dalam investasi saham dan reksadana.

"Hari ini 10 saksi kasus BPJS Ketenagakerjaan," kata Febrie, Kamis (21/1/2021).

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebutkan, hanya merilis adanya satu orang saksi yang diperiksa hari ini berinisial S selaku Direktur Deputi Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, sejak Selasa (19/1/2021) penyidik sudah memeriksa 15 saksi.

"Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang perkara dugaan Tipikor pada pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh BPJS Ketenagakerjaan," ucap Leonard seperti pada keterangan resminya.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Kejagung menaikan status penyidikan untuk kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan. Penyidik pada Senin (18/1/2021) melakukan penggeledahan di kantor BPJS Ketenagakerjaan dan menyita sejumlah dokumen.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri membeberkan hingga Desember 2020 nilai investasi yang dikeluarkan mencapai Rp486,38 triliun. Sedangkan nilai investasi terhadap saham sebesar 17% dan reksadana sebesar 8%.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00