Masyarakat Sumut: Usut Dugaan Kecurangan Perambahan Hutan

Aksi Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB)/ Dok. Istimewa

1. Segera Copot Kepala BKSDA Provinsi Sumatera Utara, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah I dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I karena lalai dalam menyelesaikan masalah perambahan hutan di Sumut khususnya di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat.

2. Mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) membentuk tim investigasi untuk mengusut tuntas persoalan perambahan hutan konservasi SM Karang Gading, Hutan TNGL, Hutan Produksi Tetap, Hutan Produksi Terbatas sesuai amanat UU No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU No.18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan.

3. AMSUB meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk mengkaji ulang permasalahan kelompok tani yang telah menggunakan surat izin dari KLHK bekerjasama dengan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) yang diduga kuat dibentuk oleh pengelola lahan illegal.

4. Periksa dan Tangkap Kepala Desa Paluh Kurau Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Provinsi SUMUT yang diduga mengetahui adanya 14 orang pengusaha yang melakukan perambahan hutan SM Karang Gading.

5. Usut Tuntas dan Periksa Indikasi kelebihan HGU PT. Bandar Meriah (Lebih Kurang 126 Hektar (Ha) di Jalan Mekar Makmur Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

6. Usut tuntas dan periksa Indikasi Penguasaan lahan dalam kawasan hutan oleh PT. Karimun Aromatic Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, Sumut, seluas ( kurang lebih 1.211 Hektar (Ha) ) berdasarkan HGU BPN namun NIB di dalam HGU nya kosong.

7. Usut tuntas dan periksa PT. Langkat Serdang Hulu yang beralamat di Tanjung Gunung Sei Bingai Kabupaten Langkat yang diduga kuat melakukan kegiatan diluar HGU atau melebihi HGU tanpa izin Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

8. Kaji Ulang kembali pelepasan lahan hutan yang masuk pengelolaan PT. Langkat Nusantara Kepong (PT. LNK) yang berada di Bahorok Kabupaten Langkat,  Sumatera Utara.

9. Usut Tuntas dan Periksa masalah alih fungsi hutan sebagai kebun kelapa sawit oleh UD Harapan Sawita atas nama pemilik Sutopo dan Sutrisno (Akam) di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara sebesar sekitar (kurang lebih 1.200 Ha).

10. Tangkap pengelola Villa Terrario di Tangkahan Desa Namo Sialang Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat, Sumut, karena membangun di wilayah Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang diduga salah satu artis ibukota berinisial NS. Lalu periksa dan tangkap terkait adanya jual beli lahan hutan oleh salah satu NGO kepada mantan anggota DPRD Sumut berinisial RS.

11. Tangkap dan Proses secara hukum semua pengusaha yang terlibat dalam perambahan hutan di SUMUT sesuai dengan UU yang berlaku.

12. Ambil alih dan kembalikan semua lahan hutan yang telah berubah alih fungsinya.

Usai menyampaikan aspirasinya di depan Kantor KLHK, para aktivis AMSUB kemudian bertolak ke Kantor KPK. Tuntutan yang hampir serupa pun mereka suarakan.

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00