Masyarakat Sumut: Usut Dugaan Kecurangan Perambahan Hutan

Aksi Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB)/ Dok. Istimewa

KBRN, Jakarta: Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB) mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengusut tuntas dugaan kasus kecurangan atas perambahan hutan.

Tuntutan itu disuarakan saat mereka menggelar aksi unjuk rasa di Depan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kantor KPK, Jakarta, Kamis, (21/1/2021). 

"Kami minta kepada yang terhormat Ibu Siti Nurbaya selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk segera membentuk Tim Investigasi untuk menyelesaikan masalah perambahan hutan yang terjadi di Provinsi Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat," kata Kordinator AMSUB, Kurnia.

Bukan hanya itu, Menteri Siti juga diminta untuk segera mencopot Kepala BKSDA Provinsi Sumatera Utara, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah I dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I. Sebab, mereka dianggap telah gagal dalam menyelesaikan permasalahan perambahan hutan yang ada di sana, khususnya di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat. 

"Tegas kami sampaikan siang ini, bahwa kami anak rantau Sumut yang tergabung Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB), mendesak agar Kepala BKSDA Provinsi Sumatera Utara beserta jajarannya segera dicopot," tegas Kurnia.

Orator lain dalam aksi tersebut bahkan mengingatkan, bahwa mereka akan datang kembali menggeruduk Kantor KLHK dengan jumlah massa yang lebih banyak jika tuntutan tidak ditindaklanjuti.

"Kami tegaskan jika laporan, pengaduan dan tuntutan kami tidak segera digubris oleh pihak KLHK, kami akan datang kembali ke tempat ini dengan jumlah massa yang lebih besar," seru orator tersebut. 

Perlu diketahui, dalam aksinya, para pengunjuk rasa membawa spanduk dan poster. Adapun tuntutan mereka selengkapnya adalah sebagai berikut;

Selanjutnya :

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00