Tim Tabur Kejagung Tangkap DPO Terpidana Korupsi

Tim Tabur Kejagung Berhasil Tangkap Terpidana Korupsi di Medan. (Foto: Okezone)

KBRN, Jakarta: Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara berhasil mengamankan Terpidana tindak korupsi atas nama IR. Pendi Sebayang, di Jalan Bunga Wijaya Kusuma 16 Nomor 38-C Lingkungan 6 Sunggal Kota Medan. IR merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum, Leonard Eben Ezer melalui keterangan resminya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/1/21).

Leonard memaparkan identitas Terpidana antara lain, Pendi Sebayang, Direktur Utama PT. Pemutar Argeo Consultan Enginering di Medan, Jalan Bunga Wijaya Kusuma No. 38-C Padang Bulan Simpang Selayang II Kota Medan.

"Bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 732.k/Pid.Sus/2017 tanggal 17 Oktober 2017 dan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor: Print-21/N.2.10/Ft.2/11/2017 tanggal 20 November 2017, Terpidana Ir. Pendi Sebayang, MT terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 subsidiair pasal 3 jo pasal 18 UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ujar Kapuspenkum Leonard. 

Leonard mengungkapkan terpidana Pendi Sebayang, terlibat dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam pembuatan Peta Rawan Bencana Tingkat Kabupaten di Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat dengan nilai proyek sebesar Rp. 1,4 Milyar (satu koma empat milyar rupiah) TA.2012 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara.

Sampai saat ini, kata dia, Kejaksaan Agung untuk tahun 2021 telah berhasil mengamankan ke-20 (dua puluh) orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan. 

Melalui program Tabur (Tangkap Buron) Kejaksaan, kami menghimbau kembali kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang nyaman bagi DPO, tutur Leonard. (Has)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00