Tembok Rutan Mamuju Rubuh, Tahanan Sempat Keluar

KBRN, Mamuju: Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Mamuju mengalami kerusakan berat dampak gempa dengan Magnitudo 6.2 yang terjadi di Kota Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) pukul 02.30 WITA. Tembok tinggi Rutan Kelas II B bagian barat sepanjang 73 meter rubuh ke arah luar.

Bahkan, Kepala Rutan Kelas II B Mamuju Gusti Lanang Agus mengatakan, 253 Warga Binaan Rutan saat ini diruangkan di dua tempat ibadah di dalam rutan.

"Karena mereka (tahanan) masih trauma (gempa, red) sementara kami tempatkan mereka di mushala dan gereja," kata Gusti saat ditemui RRI.CO.ID di dalam Rutan Kelas II B Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021).

Trauma gempa para warga binaan Rutan Kelas IIB Mamuju bukan tanpa cerita. Sebab, Gusti juga mengatakan, saat gempa terjadi Jumat dini hari itu, terdapat sembilan warga binaan meninggalkan rutan dengan alasan menyelamatkan diri.

Kepala Rutan Kelas IIB Mamuju Gusti Lanang Agus saat mengawasi perbaikan tembok 73 meter rubuh karena gempa, Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021).(Dok.Denisa Tristianty-RRI.CO.ID)

Dua ruang ibadah itu dipastikan memadai untuk 253 jiwa warga binaan di rutan ini. Dua kelompok dibagi dalam pembagian ruangan.

"Cukup. Sebagian di mushola, dan sebagian di gereja," kata Gusti.

Soal sembilan warga binaan sempat keluar rutan saat gempa terjadi, Gusti mengatakan, semua dapat diatasi, dan tidak ada satu pun warga binaan tidak kembali ke rutan.

"Mereka semua (warga binaan, red) langsung lapor ke kami sore harinya setelah gempa. Mereka kooperatif, dan mau kembali. Kondisinya juga saat itu, tembok rutan langsung roboh, dan mereka panik, dan langsung ingat keluarga. Jadi, pulang ke rumah," kata Gusti.

Gusti juga menjelaskan, penyebab para warga binaan sempat keluar rutan di hari gempa terjadi.

"Jadi, pas saat kejadian, kan terjadi gempa. Saat terjadi gempa, tembok sudah runtuh. Bukan sebelah sini saja (barat, red), tapi juga di bagian timur, dan utara rubuh semua. Itu kejadian jam setengah tiga malam, kita semua pada panik, pada bingung," ungkap Gusti.

"Pertama yang kami lakukan, kami cek, apakah ada korban warga binaan? Setelah dicek, ternyata ada satu patah tangan, itu pas kondisi gelap (mati lampu, red), terus..pas jam 7 pagi, sudah terang, baru kami hitung warga binaan. Ternyata, setelah dihitung, ada sembilan orang tidak ada, kami anggap, mereka menyelamatkan dirilah."

Sembilan warga binaan, kata dia, memiliki rasa ketakutan tinggi.

"Jadi, hari itu mereka sudah kembali ke rutan. Jadi, hari ini mereka sudah ada," kata Gusti.

Seluruh warga binaan Rutan Kelas IIB Mamuju juga dipastikan masih berada di dalam rutan dengan segala kondisi saat ini di Mamuju. Tidak ada evakuasi, atau pemindahan tempat ruang tahanan ke luar rutan.

"Enggak. Semuanya, mereka ada di sini. Hanya berkurang satu, yang patah tangan ini ada di Rumah Sakit Regional," kata dia.

Rutan Kelas IIB Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021).(Dok.Denisa Tristianty-RRI.CO.ID).

Walaupun, dari pantauan RRI.CO.ID di lapangan, nampak depan Gedung Rutan Kelas IIB Mamuju tidak terlihat kerusakan berat. Padahal, di berbagai sisi ruang pintu masuk rutan, tembok ruangan rutan banyak terlihat retak akibat gempa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00