Menguatnya Kelompok Radikal, Jadi Tantangan Calon Kapolri

Foto: Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI, Poengky Indarti

KBRN, Jakarta: Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI, Poengky Indarti mengatakan, tantangan bagi Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis cukup banyak, baik kejahatan transnasional maupun tantangan menghadapi revolusi industri 4.0.

Namun, Poengky melihat tantangan Polri saat ini dan masa mendatang adalah bagaimana menjaga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di tengah-tengah pandemi wabah COVID-19.

“Dalam segala suasana, Polri harus bisa melayani, mengayomi, melindungi masyarakat dan menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya,” kata Poengky pada wartawan, Minggu (17/1/2021).

Selain itu, Poengky mengatakan, Polri juga tetap harus fokus pada penegakan hukum terhadap kejahatan konvensional dan kejahatan transnational. Misalnya, jaringan narkoba, jaringan teroris, illegal logging, illegal fishing, people smuggling, dan lainnya. 

“Kemudian, kejahatan siber serta tantangan terhadap menguatnya intoleransi dan kelompok-kelompok radikal,” ujarnya.

Di samping itu, Poengky mengatakan, Komjen Listyo yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon tunggal Kapolri harus memperhatikan revolusi industri 4.0. 

Sehingga, dalam melakukan pelayanan masyarakat menggunakan teknologi, agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.

Selanjutnya, Poengky mengatakan Polri harus dapat melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat utamanya dari perempuan dan anak-anak. Sebab, masyarakat Indonesia banyak terdiri dari perempuan dan anak-anak.

“Sementara, program-program yang sudah baik dilakukan Kapolri terdahulu tetap dilanjutkan agar berkesinambungan,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00