Tangkap Raffi Ahmad dan Bos KFC

KBRN, Jakarta: Pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan presenter Raffi Ahmad saat menghadiri acara pesta ulang tahun rekannya pada Rabu (13/1/2021) malam, kini berbuntut panjang.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama, mendesak Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk menetapkan Raffi Ahmad, terkait pelanggaran protokol kesehatan saat menghadiri pesta ulang tahun konglomerat Ricardo Gelael yang digelar pada Rabu lalu, 13 Januari 2021.

"Saya mendapat informasi, ada dugaan bahwa ada laporan yang ditolak polisi. Oleh karena itu, KNPI meminta Kapolda Metro Jaya Fadil Imran untuk segera menangkap Raffi Ahmad dan bos KFC  Ricardo Gelael sebagai pemilik tempat," kata Haris, Minggu (17/1/2021).

Raffi diketahui berfoto bersama rekan-rekannya tanpa menggunakan masker maupun menjaga jarak. Foto Raffi yang tak mengenakan masker itu awalnya diunggah oleh selebgram Anya Geraldine melalui akun Instagramnya yang dilaksanakan di rumah bos KFC  Ricardo Gelael sebagai pemilik tempat.

Padahal, Raffi baru saja divaksin Covid-19 bersama Presiden Joko Widodo dan para pejabat negara pada Rabu pagi. publik menyoroti acara tersebut setelah beredar foto Raffi Ahmad,  Komisaris Utama BUMN PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan sejumlah selebritis lainnya tanpa mengenakan masker serta tidak menjalankan protokol kesehatan ketat.

Haris juga menyesalkan dipilihnya Raffi yang diharapkan menjadi figur dari kalangan muda dalam mengikuti vaksinasi di Istana bersama Presiden Jokowi untuk dapat menjadi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Ternyata beberapa jam setelah vaksinasi, Raffi malah menghadiri pesta tanpa menggunakan masker dan tanpa menjaga jarak di kerumunan. Ini sangat memalukan  bangsa dan negara serta pemuda di Tanah Air dengan kelakukan Raffi ini," tegasnya.

Selain itu, kata Haris, kehadiran Raffi saat pesta di tempat bos KFC  Ricardo Gelael, tidak mencerminkan sosok anak muda yang seharusnya dapat menjadi panutan.

"KNPI sangat menyayangkan, di tengah pandemi seperti sekarang, mereka malah merayakan pesta. Ini sangat tidak elok. Masyarakat yang ingin melangsungkan pesta pernikahannya saja selalu dilarang dan hingga sekarang masih dibatasi," tuturnya.

"Apalagi pemerintah sudah memberlakukan pengetatan protokol kesehatan sejak 11 Januari hingga 25 Januari nanti. Kok mereka bisa dengan bebasnya melangsungkan pesta tanpa protokol kesehatan," sambungnya.

Bahkan, ungkap Haris, beberapa waktu lalu polisi membubarkan acara tahlilan yang digelar oleh warga.Polisi yang tiba di lokasi tahlilan meminta tuan rumah untuk memulangkan tamu yang hadir.

"Warga tahlilan dilarang, tapi ini Bos KFC adain pesta-pesta disaat Jakarta sedang tingginya kasus harian Covid-19. Bagaimana mau turun kasus di Jakarta, jika mereka-mereka ini melangsungkan pesta tanpa protokol yang ketat," ulasnya.  

Ditambahkan Haris, pelanggaran yang dilakukan Raffi dan teman-temannya lebih berat dibanding dengan kasus kerumuman massa Habib Rizieq Shihab dimana polisi telah menetapkan sejumlah orang menjadi tersangka Undang-Undang Karantina Kesehatan.

"Kasus Habib Rizieq terjadi saat DKI Jakarta menerapkan PSBB transisi, sedangkan kejadian pesta Raffi Ahmad, Ahok dan lain-lain terjadi saat Jakarta sedang menerapkan PSBB ketat, bukan transisi," tegasnya.

"Oleh karena KNPI mendesak Kapolda Metro untuk menegakan hukum dengan adil tanpa pilih kasih. Dan jangan sampai hukum kalah dengan pengusaha," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00