Penetapan Tersangka Raffi-Ahok Tinggal Menunggu Waktu?

Foto: Raffi Ahmad

KBRN, Jakarta: Pakar Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Usoed) Prof Dr Hibnu Nugroho berharap, penegak hukum dalam menangani kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan atau prokes yang dihadiri Raffi Ahmad hingga Ahok diselesaikan secara tuntas.

Jangan sampai, kata ia, terkesan tebang pilih dalam memproses sebuah perkara.  

"Mudah-mudahan tidak (tebang pilih), ini hanya sekedar suatu penyelesaian saja. Tebang pilih itu akan terlihat nanti menjadikan polisi mundur kembali, itu yang jadi tantangan kedepan," kata Prof Hibnu kepada RRI.co.id, Sabtu (16/1/2021).

Baca Juga: Langgar Prokes, Ahok Terancam Masuk Penjara Dua Kali

Prof Hibnu menilai, penanganan sebuah kasus oleh penegak hukum diibaratkan seperti supir. Artinya, sebuah kasus bisa dilakukan dengan cepat bisa juga berhenti ditengah jalan.

"Dalam penanganan suatu hukum dalam teorinya seorang penegak hukum ibarat sebagai supir, mau jalan cepat bisa, jalan lambat juga bisa, mau berhenti juga bisa. Saya kira ini tinggal tunggu waktu saja, mungkin dengan berbagai pekerjaan yang ada, tinggal tunggu waktu. Yang penting bicara bukti harus dilakukan," kata ia.

Sebelumnya, Polsek Mampang Prapatan melalui Kapolsek, Kompol Sujarwo menegaskan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan atau prokes yang dihadiri Raffi Ahmad hingga Ahok dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Hal ini disampaikan oleh Sujarwo saat dihubungi awak media, Sabtu (16/1/2021). Sujarwo menegaskan pelimpahan kasus ini sudah dilakukan sejak kemarin, 15 Januari 2021.

"Benar (sudah dilimpahkan ke Polres Jakarta Selatan), sejak kemarin," ujar Sujarwo.

Diketahui, kasus ini berawal dari tersebarnya video dan foto Raffi Ahmad, Gading Marten, Anya Geraldine hingga Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok hadir di acara ulang tahun itu.

Dalam video dan foto yang beredar, mereka tampak tengah merayakan pesta tanpa menerapkan protokol kesehatan. Mereka juga tampak bersenang-senang tanpa menggunakan masker.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00