Proyek Tanggul Pantai Rp4.8 Miliar Diduga Fiktif

KBRN, Lhokseumawe: Ketua LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTa) Alfian Husein menduga, proyek pembangunan tanggul pantai di Lhokseumawe, Aceh senilai Rp4.8 miliar fiktif.

Ia pun mengaku berharap agar pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe memjadikan dugaan kasus penyimpangan paket proyek pengaman pantai Cunda - Meuraksa itu menjadi prioritas.

"Kita (LSM MaTa-red) sudah mendapatkan foto copy Surat Perintah Pembayaran (SPM) dan uangnya sudah dicairkan kepada pihak rekanan proyek. Tapi kita meragukan proyek yang didanai tahun 2020 ini. Sebab kita sudah melakukan investigasi ke lapangan dan melakukan wawancara dengan para pihak di wilayah Desa yang dilintasi oleh kegiatan proyek pembangunan tanggul pantai itu. Kesaksian mereka tidak ada kegiatan selama tahun 2020," papar Alfian ketika dikonfirmasi RRI, Jumat (15/1/2021).

LSM MaTa menduga proyek itu fiktif. Artinya dana dicairkan namun kegiatan tidak ada dilapangan, meskipun pihak PUPR mengklarifikasi ke berbagai media bahwa proyek dijalankan.

Sementara itu, Kejari Lhokseumawe masih mengumpulkan data terkait penanganan kasus dugaan penyimpangan proyek tersebut.

"Belum penyelidikan, kita masih mengumpulkan data-data," kata Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Lhokseumawe, Miftahuddin kepada RRI.

Miftahuddin menjelaskan, pihak telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lhokseumawe. Namun pemanggilan itu hanya bersifat pengumpulan data belum pada tahap penyelidikan. 

"Pemanggilan pihak yang bertanggung jawab dalam proyek itu juga kita lakukan secara tertutup. Hari Senin, 18 Januari 2021 juga akan kita panggil kembali," tutup Miftah.

Dihubungi RRI untuk mengkonfirmasi soal itu, Kadis PUPR Lhokseumawe, Safaruddin belum menjawab.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00