Kata Lemhannas soal Penggerudukan Rumah Ibunda Mahfud

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Letjen TNI Purn Agus Widjojo (Dok Istmw)

KBRN, Jakarta: Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo turut angkat bicara terkait adanya tindakan penggerudukan yang dilakukan oleh sekelompok massa ke rumah ibunda Menko Polhukam, Mahfud MD.

Agus Widjojo mengungkapkan bahwa kelompok massa itu dapat dilakukan penindakan secara tegas melalui jalur hukum.

Meski demikian Purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat itu menilai penindakan hukum itu dapat diterapkan jika para penegak hukum menemukan adanya tindakan pelanggaran oleh kelompok massa tersebut.

"Semua itu kan ada dalam peraturan UU, dalam KUHP apa yang boleh dan apa yang tidak boleh oleh warga negara. Yang tidak boleh itu berarti melanggar, oleh karena itu terbuka bagi tindakan penegakan hukum oleh aparat penegak hukum," kata Agus Widjojo saat dimintai pendapatnya di Gedung Lemhanas, Kamis (3/12/2020).

Kendati demikian, Gubernur Lemhannas Agus Widjojo mendukung adanya penindakan tegas yang akan dilakukan para penegak hukum atas tindakan para kelompok massa tersebut.

"Iya itu silakan aparat penegak hukum nanti yang akan menilai, adakah peraturan perundang-undangan itu yang dilanggar. Apabila ada, maka itu akan ditindak," ungkapnya.

"Jadi semua itu ada prosesnya, tidak menurut selera perseorangan, tetapi sekali lagi bahwa ketertiban penegakan hukum itu dua arah," tukas Letjen TNI Purn Agus Widjojo.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sejumlah massa mengepung rumah orangtua dari Menko Polhukam Mahfud MD, di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, pada 1 Desember 2020. 

Ketika aksi geruduk berlangsung, diketahui ibunda Mahfud yang berusia 90 tahun, baru saja menyelesaikan ibadah Sholat Zuhur dan beristirahat dikediamannya.

Viralnya video tindakan dari oknum massa yang melakukan penggerudukan di berbagai lini media sosial tersebut lantas menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00