Prasetijo Utomo: Anak 'Gak' Tau Saya Ditahan

Terdakwa Prasetijo Utomo bersaksi dalam persidangan kasus Djoko Tjandra (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Mantan Kepala Biro Korwas PPNS Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigjen Polisi Prasetijo Utomo dalam persidangan mengharapkan agar masalah hukum yang dijalaninya dapat segera berakhir. Dalam pengakuannya, Prasetijo sempat menceritakan bahwa anaknya sampai saat itu tidak tahu kalau dirinya sedang menjalani proses hukum.

“Yang Mulia (Majelis Hakim) saya bekerja 30 tahun di Polri, saya juga penyidik, kalau saja saya tidak jujur atau mengakui bisa saja Yang Mulia, saya ini mau perang dan urus perkara ini, makanya saya akui terima USD 20 ribu, kedua USD 20 ribu itu sudah saya kembalikan di Propam (Divisi Profesi dan Pengamanan Polri) l kata terdakwa Prasetijo dalam persidangan di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2020).

“Saya ingin (persidangan kasusnya) cepat selesai, anak saya tahunya saya ada di rumah sakit. Saya ini didakwa di pidum (pidana umum), soal korupsi di sini, disinggung surat jalan apakah ini ne bis in idem(asas hukum terdakwa diadili satu kali) Yang Mulia. Terima kasih, Yang Mulia," pungkas Prasetijo 

Sementara itu dalam persidangan, Prasetijo memang telah mengakui bahwa dirinya menerima uang USD 20 ribu dari Tommy Sumardi. Namun menurut pengakuannya, uang USD 20 ribu itu sudah dikembalikan ke Divsi Propam Polri.

Sedangkan dalam perkara ini Tommy Sumardi didakwa bersama-sama dengan Djoko Tjandra diduga telah memberikan suap kepada Napoleon Bonaparte dan Prasetijo.

Terdakwa Napoleon sendiri telah disidang dalam perkara ini, begitu juga dengan terdakwa Prasetijo. Irjen Polisi Napoleon sebelumnya diketahui merupakan Kadiv Hubinter Polri. Sedangkan Brigjen Prasetijo sebelumnya  diketahui merupakan Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri.

Berdasarakam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa Tommy diduga memberikan SGD 200 ribu dan USD 270 ribu kepada Napoleon dan USD 150 ribu kepada Prasetijo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00