Bawaslu Harus Beri Sanksi Administratif Politik Uang

KBRN, Bantul: Pembuktian praktik politik uang tidak melulu dilakukan melalui pidana, tetapi juga bisa dilakukan melalui administratif. Hal ini sesuai dengan UU No. 10 tahun 2016 tentang Pilkada, di mana sanksi administratif dan pidana dalam politik uang sudah diatur.

Bahkan, dalam sanksi administratif ini, menurut Dosen Hukum Pidana UGM, Muhammad Fatahillah Akbar, jika terbukti Bawaslu bisa memberikan kewenangan kepada KPU untuk mencabut pencalonan. Namun, paslon yang terbukti juga bisa mengajukan pembuktian formil dengan menggugat ke PTUN.

 “Jadi alat bukti itu sebenarnya tidak sulit juga, karena bisa ditelusuri. Jadi dalam artian apakah ada yang menerima dan ada yang memberikan,” jelasnya, Selasa (1/12/2020).

Kewenangan ini, menurut Akbar, semestinya dilakukan oleh Bawaslu di tingkat yang lebih tinggi, jadi bukan di wilayah terjadinya kasus dugaan politik uang. Dalam hal ini jika terjadi di kabupaten maka semestinya ditangani oleh Bawaslu di tingkat provinsi. Terkait dengan batas waktu sendiri memang Bawaslu hanya memiliki tenggat waktu selama tujuh hari untuk memproses hal ini.

“Tapi dalam penegakan hukum ngga bisa dipungkiri ada yang bersifat politis, jadi penafsiran disesuaikan kebutuhan politik tertentu,” katanya.

Sementara itu koordinator Umum Komite Independen Sadar Pemilu (KISP), Edward Pahlevi sebelumnya mengatakan, Bawaslu semestinya lebih inovatif dalam melakukan pengawasan terkait politik uang ini. Ia mencotohkan, di media sosial banyak beredar informasi tentang pelanggaran politik uang yang disebar oleh masyarakat.

“Di media sosial itu banyak informasi tentang politik uang dan hoaks di kedua grup peserta Pilkada,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Bawaslu Bantul pada hari Senin (30/11) mengumumkan untuk menghentikan proses penyelidikan kasus video dugaan praktik politik uang yang terjadi di wilayahnya. Penghentian ini karena menurut Sentra Gakumdu mereka kekurangan dua alat bukti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00