Menkopolhukam: Pemerintah Tak Intervensi Kasus Eddy Prabowo

Mahfud MD, Foto : Ist

KBRN Jakarta : Pemerintah menegaskan tidak akan intervensi proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Eddy Prabowo. Hal itu dikatakan oleh Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud menegaskan pemerintah sangat menghargai dan menunjung tinggi apa yang dilakukan oleh KPK sebagai sebuah proses hukum. Pemerintah menyerahkan sepenuhnya mekanisme hukum yang berlaku di Indonesia. Dikatakan Mahfud bahwa dirinya belum tahu pasti apa penyebab KPK melakukan penangkapan terhadap Eddy Prabowo.

"Sampai sekarang pemerintah belum tau pasti tindak pidana apa yang dilakukan atau diduga dilakukan oleh Pak Eddy Prabowo, sehingga ditangkap dengan OTT oleh KPK. Tapi apapun alasannya, pemerintah menyatakan bahwa pemerintah mendukung apa yang dilakukan oleh KPK, dan silahkan itu dilanjutkan sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Mahfud MD dalam keterangannya, (25/11/2020). 

Pemerintah, lanjut Mahfud, terutama Presiden sudah berkali - kali mengatakan, tegakkan hukum secara benar jangan pandang bulu kepada siapapun. Mahfud kembali menegaskan, pemerintah mendukung setiap tindakan yang dilakukan oleh KPK untuk menegakan hukum dalam rangka memberantasan korupsi. 

"Selama ini pun pemerintah memfasilitasi KPK untuk selalu bertindak dalam rangka pemberantasan korupsi itu," lanjut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini. 

Menurut Mahfud, langkah pemerintah dalam mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi, pemerintah telah mengeluarkan Perpres no. 102 tahun 2020 yang isinya memberi wewenang secara lebih teknis operasinal kepada KPK untuk melakukan supervisi, bahkan jika diperlukan bisa dilakukan pengambilalihan perkara dari Kejaksaan Agung dan dari Kepolisian manakala di kedua institusi tersebut, sebuah perkara yang dilaporkan atau ditangani tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Kita sudah sampaikan ke KPK, silahkan lakukan dan kita akan membackupnya kalau itu untuk pemberantasan korupsi," pungkas Mahfud. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00